Gunung Dukono Meletus! Warga Diminta Tetap Waspada Terhadap Abu Vulkanik!

Halmahera Utara, Maret.id — Gunung Dukono mengalami erupsi pada pagi hari Senin, 18 Mei 2026. Warga di sekitar kawasan vulkanik ini dihimbau untuk waspada terhadap penyebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
Erupsi terjadi sekitar pukul 07.27 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak gunung. Menurut laporan Pengamat Gunung Dukono, Hanhan Handayani, kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, dan terpantau condong ke arah barat.
Peringatan untuk Masyarakat
Hanhan mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas di sekitar gunung, terutama dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Hal ini diungkapkan mengingat status Gunung Dukono saat ini masih dalam Level II atau Waspada.
“Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo 20 milimeter dan durasi 107,46 detik,” tambah Hanhan, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung ini masih terpantau dengan baik.
Masker dan Persiapan Penting
Warga diimbau untuk menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk melindungi diri dari gangguan pernapasan yang mungkin disebabkan oleh abu vulkanik yang tersebar. Potensi dampak kesehatan akibat paparan abu tidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan kesiapsiagaan dari seluruh masyarakat.
Ikuti Informasi Terbaru
Pos PGA Dukono menekankan pentingnya mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang. Mengingat bahwa letusan dan penyebaran abu vulkanik bisa berlangsung secara periodik, informasi terkini akan membantu masyarakat dalam mengambil langkah pencegahan yang tepat.
Kegiatan pengawasan dan komunikasi kepada masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat erupsi. Dalam situasi ini, kerja sama antara masyarakat dan otoritas setempat menjadi sangat vital.
Sebagai informasi tambahan, Gunung Dukono merupakan salah satu gunung berapi aktif di Indonesia yang terletak di Maluku Utara. Dengan letusannya yang kerap terjadi, masyarakat di sekitarnya harus selalu waspada dan terinformasi dengan baik.
