Federasi Sepakbola Saudi Sambut Gaya Baru Usai Runtuhnya Kampanye Prancis

Jakarta, Maret.id — Al-Ittihad saat ini menghadapi perubahan signifikan dalam sejarah timnya. Setelah sempat bersinar dengan kehadiran Karim Benzema, kini mereka beralih fokus pada kekuatan kolektif dan disiplin taktis.
Benzema tidak hanya dianggap sebagai bintang, tetapi bagian dari proyek lebih besar yang melibatkan banyak nama dari Prancis. Laurent Blanc memimpin tim dengan penandatanganan Moussa Diaby, Houssem Aouar, dan N’Golo Kante, menciptakan skuat yang kaya akan pengalaman Eropa.
Al-Ittihad meraih kesuksesan di Liga Roshn dan Piala Raja dengan skuad yang mampu bersaing dalam berbagai ajang. Namun, perubahan manajemen pada Juli 2025 membawa tantangan baru, dengan perginya berbagai pemain kunci, termasuk Blanc, Benzema, dan Kante.
Dengan hilangnya figur-figur sentral, Al-Ittihad kini memasuki fase pembentukan ulang. Hanya Houssem Aouar dan Steven Bergwijn yang tersisa dari “kampanye Prancis,” sementara filosofi permainan juga berubah drastis. Tim tidak lagi hanya mengandalkan bintang, melainkan fokus pada komitmen kolektif.
Pelatih Jens Wiesing kini menegaskan pentingnya sistem dan disiplin. “Kami ingin membangun tim yang mengutamakan kolektivitas,” ujar Wiesing, Pelatih Al-Ittihad. Pendekatan ini menuntut setiap pemain untuk berkomitmen pada taktik tim ketimbang mengandalkan individualitas.
Dalam beberapa laga terakhir, Al-Ittihad menunjukkan performa baik di Liga Champions Asia dan Liga Roshn, meskipun masih dalam proses adaptasi. Dengan keberhasilan meraih kemenangan telak 4-1 atas Al-Jazira, optimisme kembali muncul di kalangan penggemar.
Al-Ittihad kini berada di persimpangan penting. “Keberhasilan tidak diukur dari bintang yang ada, tetapi dari identitas tim yang jelas,” kata Wiesing. Ujiannya adalah apakah pendekatan baru ini bisa menciptakan tim yang konsisten dan kompetitif.
Dari perspektif penggemar di Indonesia, banyak yang berharap bahwa perubahan ini dapat membawa revitalisasi bagi Al-Ittihad. Salah satu penggemar berkomentar, “Kami percaya pada kekuatan kolektif tim. Semoga mereka bisa bangkit dan bersaing di level tertinggi.”





