Rafael van der Vaart kritik Jorthy Mokio klaim terlalu percaya diri

Jakarta, Maret.id — Ajax Amsterdam meraih kemenangan dramatis dengan skor 5-3 atas Sion di Liga Konferensi UEFA, namun hasil positif tersebut dibayangi kritik tajam dari mantan pemain internasional Belanda, Rafael van der Vaart. Menurut Van der Vaart, kecerobohan di lini belakang menjadi sorotan utama yang mengkhawatirkan.
Meskipun mampu mencetak lebih banyak gol, kelemahan pertahanan Ajax gagal mengesankan sejumlah analisis di Belanda. Van der Vaart khususnya menyoroti performa bek muda, Jorthy Mokio, yang dinilai kurang disiplin dan menunjukkan tanda-tanda arogansi.
“Dalam sepak bola profesional, Anda harus menunjukkan pragmatisme yang lebih,” ujar Van der Vaart. “Saya khawatir dia berpikir dirinya jauh lebih baik daripada yang sebenarnya.”
Selain kritik terhadap Mokio, Van der Vaart juga mengidentifikasi masalah struktural lebih dalam yang mengganggu Ajax. Ia mengamati bahwa gaya permainan mereka yang terlalu melebar membuat tim rentan terhadap serangan balik lawan.
“Ajax cenderung bermain terlalu melebar,” kata Van der Vaart. “Ketika kehilangan bola, mereka menjadi sangat berbahaya. Semua pemain masuk ke area penalti dengan membelakangi gawang. Itu benar-benar harus diperbaiki.”
Saat Ajax merayakan kelolosan mereka di Eropa, kritik dari Van der Vaart menekankan perlunya perbaikan segera di bawah arahan manajer Michel. Perbaikan dalam transisi pertahanan dan struktur permainan menjadi fokus utama sebelum menghadapi pertandingan yang lebih berat di masa depan.
“Ini adalah pelajaran berharga bagi pemain muda seperti Mokio untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola elite,” kata Van der Vaart.
Salah satu penggemar sepak bola di Indonesia, Andi Setiawan, menanggapi dengan optimis. “Kritik itu penting untuk kemajuan pemain muda. Semoga Jorthy Mokio bisa belajar dan beradaptasi dengan cepat,” ujarnya.





