Pahlawan Menit ke

Jakarta, Maret.id — Barcelona kini dihadapkan pada dilema setelah keputusan sunyi di bursa transfer mengarah pada mantan penyerang Valencia, Carlos Espi, yang memilih bergabung dengan Real Madrid. Langkah ini seakan menyalahkan keputusan manajemen untuk tidak merekrut Espi saat mereka sedang membutuhkan penyerang penentu.
Menurut jurnalis Siqui Rodriguez dalam program “Què T’hi Jugues”, Barcelona menolak tawaran untuk Espi karena pertimbangan finansial yang kuat. “Carlos Espi ditawarkan kepada Barcelona, yang menganggapnya sebagai pemain bagus. Namun mereka menolaknya, salah satu alasannya adalah karena mereka tidak ingin membayar 25 juta euro untuk pemain yang tidak akan menjadi andalan,” kata Rodriguez.
Barcelona memang menyaksikan potensi Espi selama musim panas. Namun, mereka menganggap nilai klausul pelepasannya terlalu tinggi mengingat dia tidak termasuk dalam skema utama pelatih Hansi Flick. Keputusan ini diambil saat Barcelona juga gagal merekrut Julian Alvarez yang menjadi salah satu target utama mereka.
Kursi pelatih kini mengarahkan perhatian pada solusi internal dengan Raphinha diharapkan mampu mengisi posisi penyerang utama. Selain itu, pemain muda seperti Gordon, Adiyemi, dan Dani Olmo juga bakal dimanfaatkan dalam peran yang sama setidaknya hingga bulan Januari mendatang.
Sementara itu, Real Madrid mengambil keuntungan dari situasi ini. Setelah menjual Gonzalo ke Liga Primer Inggris, klub putra mahkota berhasil menyelesaikan transfer Espi dengan cepat. Dalam penampilannya yang pertama, Espi langsung mengesankan setelah mencetak gol penentu kemenangan melawan Espanyol pada menit ke-90.
“Barcelona mungkin telah kehilangan sebuah pertaruhan yang seharusnya bisa dimenangkannya,” ujar Rodriguez, menyoroti bahwa Espi kini berperan penting bagi Madrid.
Menanggapi situasi ini, komentator sepak bola Indonesia, Tika Ramadhani mengatakan, “Keputusan Barcelona untuk melewatkan Espi sangat disayangkan. Dia bisa menjadi kekuatan baru di Liga Spanyol. Kita harus melihat bagaimana Madrid memanfaatkan potensi tersebut.”





