Olahraga

Gilas Teknologi VALD: Pemain DBL Camp 2026 Siap Tumbangkan Rekor!

Jakarta, Maret.id — Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 resmi dimulai pada Senin, 27 April 2026, di DBL Academy Jakarta East, kawasan Jakarta Garden City. Lebih dari 300 campers terbaik dari berbagai daerah di Indonesia telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian latihan dan seleksi.

Proses Persiapan yang Lebih Modern

Sebelum melanjutkan ke latihan utama, semua campers menjalani pemeriksaan fisik yang terdiri dari measurement test dan medical check-up (MCU). Berbeda dengan musim sebelumnya, tahun ini DBL Camp 2026 memperkenalkan pendekatan sports science yang lebih modern dengan dukungan teknologi VALD Performance.

Para peserta memanfaatkan perangkat canggih seperti NordBord, Force Frame, dan Force Decks untuk mengevaluasi kondisi fisik mereka secara mendetail dan berbasis data digital. Alat-alat ini dirancang untuk memberikan informasi akurat mengenai kekuatan otot dan potensi risiko cedera.

Teknologi untuk Meningkatkan Performa

Setiap alat memiliki fungsi yang spesifik. Misalnya, NordBord digunakan untuk mengukur kekuatan otot hamstring, sementara Force Frame berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan otot kaki secara isometrik. Force Decks, di sisi lain, digunakan untuk mengukur tinggi lompatan dan kekuatan saat mendarat, sebuah komponen penting dalam latihan atlet basket.

Dengan memanfaatkan teknologi ini, tim medis DBL Indonesia bisa mendapatkan data fisik para campers dengan lebih lengkap dan tepat sejak hari pertama kegiatan berlangsung. Data ini sangat penting untuk merencanakan program latihan yang sesuai bagi masing-masing atlet.

Pentingnya Keseimbangan Kekuatan

Konsultan Medis DBL Indonesia, dr. Tommy, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya temuan penting mengenai ketidakseimbangan kekuatan antara sisi kanan dan kiri tubuh yang cukup sering dialami para pemain muda. “Temuan awal menunjukkan adanya asimetri, yakni perbedaan kekuatan lebih dari 10 persen di antara kedua sisi tubuh. Ini berpotensi meningkatkan risiko cedera,” katanya.

Fenomena ini umumnya muncul akibat kebiasaan atlet yang terlalu dominan menggunakan salah satu sisi tubuh dalam latihan. Hal ini sering kali tidak disadari oleh para pemain, padahal situasi tersebut dapat meningkatkan risiko cedera saat intensitas latihan meningkat.

Dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis data, DBL Camp 2026 berupaya mencetak atlet-atlet muda yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki pemahaman akan kesehatan dan keselamatan saat berolahraga. Para pelatih dan peserta diharapkan dapat benar-benar memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan performa dan meminimalkan risiko cedera di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button