Dunia

Nepal selamatkan 121 turis asing dari banjir bandang, Waspada dampak ekonomi pariwisata!

Jakarta, Maret.id — Jumlah wisatawan asing yang berhasil diselamatkan pascabanjir di Nepal dilaporkan meningkat menjadi 121 orang, menurut keterangan Dewan Pariwisata Nepal. Dokumen yang diunggah di situs resmi dewan menyebutkan angka tersebut tercatat hingga pukul 15.30, Jumat, 28 Agustus 2026.

Operasi Penyelamatan Berlanjut

Operasi penyelamatan yang sempat dihentikan sementara karena tingginya permukaan air kini kembali dilanjutkan. Tim penyelamat menghadapi tantangan arus deras dan akses yang terhalang material longsor serta puing gletser.

Asal Wisatawan yang Diselamatkan

Para turis yang diselamatkan berasal dari berbagai negara, antara lain India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Terdapat pula tiga penyintas dengan kewarganegaraan yang belum berhasil dikonfirmasi hingga laporan terakhir.

Penyebab Banjir dan Temuan USGS

Awalnya banjir bandang dilaporkan sebagai dampak gempa bumi dan longsor susulan di wilayah pegunungan Nepal. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa aktivitas seismik yang tercatat lebih kemungkinan disebabkan oleh runtuhnya gletser daripada getaran bawah tanah.

Korban Jiwa dan Dampak

Data terbaru menunjukkan jumlah korban tewas akibat bencana ini telah mencapai 547 orang. Angka kematian dan jumlah korban terdampak diperkirakan masih dapat berubah seiring berlanjutnya operasi pencarian dan proses verifikasi di lokasi-lokasi terpencil.

Respons Pemerintah dan Koordinasi Internasional

Pemerintah Nepal bersama lembaga terkait memperkuat koordinasi respons darurat termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan logistik. Beberapa negara dan organisasi kemanusiaan juga diminta meningkatkan dukungan teknis serta bantuan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan.

Dampak pada Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata diperkirakan akan mengalami dampak jangka pendek karena evakuasi, penutupan rute pendakian, dan kerusakan infrastruktur penunjang. Pihak berwenang pariwisata setempat diminta menyusun langkah mitigasi untuk melindungi wisatawan dan memulihkan kepercayaan publik.

Kondisi Lapangan dan Upaya Pemulihan

Beberapa kawasan wisata masih sulit diakses akibat longsoran batu, material es, dan banjir yang merusak jalan serta jembatan. Upaya pemulihan difokuskan pada pembukaan akses aman bagi tim SAR dan pemulihan fasilitas kritis seperti jembatan dan jalur komunikasi.

Imbauan kepada Wisatawan dan Warga

Wisatawan maupun warga lokal diimbau mengikuti arahan otoritas setempat dan menghindari perjalanan ke daerah terdampak hingga kondisi dinyatakan aman. Konsulat negara-negara terkait diminta melakukan verifikasi data warga negaranya dan memberikan bantuan konsuler bila diperlukan.

Pihak berwenang menegaskan bahwa situasi tetap dinamis dan akan terus dipantau, sementara prioritas utama saat ini adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar korban. Evaluasi lebih lanjut terhadap penyebab kejadian serta langkah mitigasi jangka panjang akan dilakukan setelah kondisi di lapangan stabil.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button