Banjir bandang dan longsor di Nepal menewaskan 623 orang, Gempar ancam perdagangan!

Jakarta, Maret.id — Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah daerah di Nepal telah menewaskan ratusan orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang, kata pejabat setempat pada Sabtu. Peristiwa itu memicu operasi pencarian dan evakuasi masif di kawasan yang dilanda cuaca ekstrem dan meluapnya beberapa sungai utama.
Jumlah Korban
Pihak berwenang melaporkan total korban meninggal mencapai 623 orang hingga Sabtu malam. Dari jumlah itu, kepolisian Nepal menyatakan telah menemukan 616 jenazah yang teridentifikasi sementara.
Sebanyak 233 jenazah ditemukan di distrik Chitwan sementara 158 lainnya ditemukan di Nawalparasi Timur, dua area yang tercatat paling parah terdampak. Temuan jenazah ini memperlihatkan skala kehancuran tinggi di lembah-lembah yang dilintasi aliran sungai.
Wilayah Terdampak
Beberapa distrik lain seperti Gorkha, Dhading, dan Nuwakot juga melaporkan penemuan korban setelah luapan Sungai Bhotekoshi dan Trishuli. Kedua sungai tersebut berhulu di kawasan Himalaya dan membawa arus deras yang merusak permukiman di hilir.
Laporan lapangan menyebutkan bahwa sejumlah jenazah bahkan terbawa arus hingga mendekati wilayah perbatasan dengan India. Kondisi medan yang berat dan infrastruktur yang rusak menyulitkan upaya akses dan distribusi bantuan.
Korban Hilang dan Kondisi Internasional
Otoritas Nepal menyatakan sedikitnya 638 orang masih dilaporkan hilang, termasuk puluhan warga asing yang berada di lokasi saat bencana terjadi. Angka pencarian terus diperbarui seiring tim SAR menelisik lokasi-lokasi terpencil yang terdampak.
Di negara tetangga, otoritas China juga melaporkan adanya korban jiwa dan banyak orang hilang akibat banjir dan longsor yang meluas, dengan puluhan korban terkonfirmasi meninggal dan ratusan masih belum ditemukan. Kejadian serupa di wilayah perbatasan Himalaya menambah tekanan terhadap kapasitas tanggap darurat di kawasan.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Operasi pencarian melibatkan personel dari kepolisian, pasukan penyelamat, serta relawan lokal yang bekerja dengan peralatan terbatas dalam kondisi cuaca yang masih berubah-ubah. Evakuasi difokuskan pada daerah dataran rendah yang terkena imbas luapan sungai serta pemukiman yang terisolasi.
Hingga laporan terakhir, tercatat 2.301 orang telah diselamatkan atau menerima perawatan medis di fasilitas-fasilitas darurat. Sebagian besar korban selamat ditemukan di distrik Nuwakot dan Rasuwa, di mana tim medis dan sukarelawan mendirikan pos-pos bantuan sementara.
Tim tanggap darurat menekankan kebutuhan mendesak akan bantuan logistik, termasuk obat-obatan, makanan, selimut, dan peralatan untuk memperbaiki jalur transportasi yang rusak. Pemerintah daerah bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan untuk mempercepat distribusi bantuan dan memperluas pencarian korban di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak.
Situasi masih dinamis dan angka korban berpotensi berubah seiring tim SAR melanjutkan pencarian di lokasi-lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau. Masyarakat internasional dan badan bantuan terus memantau perkembangan untuk memberikan dukungan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.





