Indonesia Harus Raih Status Negara Kehormatan di Festival Film Cannes 2028!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, berkomitmen untuk memperoleh status sebagai Country of Honor pada Festival Film Cannes 2028. Langkah ini diambil guna memperkuat eksistensi perfilman nasional di kancah global dan memperkenalkan karya-karya serta talenta film Indonesia.
Target yang Ambisius untuk Festival Film Cannes 2028
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam tahap bidding untuk meraih status tersebut. “Kita sedang bidding untuk menjadi country of honor tahun 2028. Sehingga talenta-talenta film Indonesia, sineas kita, dan karya-karya itu bisa lebih visible,” jelasnya kepada wartawan pada peringatan Hari Museum Internasional di Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
Hadirnya sekitar 60 delegasi Indonesia yang terdiri dari pelaku industri dan sineas dalam berbagai agenda di Festival Film Cannes menunjukkan sikap positif dunia perfilman internasional terhadap kehadiran Indonesia. Delegasi tersebut tidak hanya berpartisipasi dalam program co-production dengan Thailand dan kompetisi utama, tetapi juga dalam film pendek dan program Next Step Studio.
Paviliun Indonesia dan Kesempatan Kolaborasi Internasional
Dalam rangka mempromosikan perfilman Indonesia, Kementerian Kebudayaan juga membuka Paviliun Indonesia dan Paviliun Jakarta. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri swasta. Keterlibatan Indonesia dalam kritik film dan berbagai forum jejaring internasional diharapkan dapat memperluas kolaborasi dan jaringan kerja sama.
Momentum ini tidak hanya berfungsi untuk memperkuat hubungan dengan pelaku industri perfilman dunia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggelar Indonesian Night. Acara ini dihadiri oleh direktur festival film dari berbagai negara, membuka peluang kerja sama dan kolaborasi yang lebih luas.
Peningkatan Ekosistem Perfilman Nasional
Status Country of Honor pada Festival Film Cannes diharapkan dapat meningkatkan visibilitas karya dan talenta film Indonesia di panggung internasional. Ekosistem perfilman Indonesia ditandai oleh tingginya minat penonton bioskop dan produksi film yang melampaui 250 judul per tahun, menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan dalam industri.
Kehadiran aktor-aktor Indonesia seperti Iko Uwais dan Joe Taslim juga berhasil mencuri perhatian di tingkat internasional. Kedua aktor ini menjadi ujung tombak berbagai film aksi yang dipromosikan di Cannes Film Market, termasuk proyek film “Pendekar: Warrior” yang dibintangi Iko Uwais dan remake film Korea, “The Man from Nowhere”, yang dibintangi Joe Taslim.
Delon Tio, pendiri Nation Pictures, menekankan pentingnya talenta dan budaya Indonesia dalam industri film global. Dia berkeyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara internasional, terutama dalam genre film aksi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia berharap dapat memperkuat jalinan kerja sama dan kolaborasi di bidang perfilman, tidak hanya untuk keuntungan industri domestik tetapi juga untuk mengangkat karya seni Indonesia ke kancah dunia.



