Carrick diminta segera ganti pemain Manchester United setelah buruk

Jakarta, Maret.id — Manajer Manchester United, Michael Carrick, mengalami tekanan untuk segera mengganti Luke Shaw setelah penampilan buruk sang bek dalam kemenangan 5-2 atas Ipswich Town pada Minggu. Meskipun tim berhasil meraih kemenangan, kelemahan defensif Shaw memicu kritik tajam terkait penurunan performa yang konsisten.
Manchester United berhasil mengalahkan Ipswich Town dengan skor 5-2, namun penampilan lini belakang mereka kembali dipertanyakan. Di pertandingan tersebut, Carrick melihat timnya tertinggal lebih dahulu setelah Leif Davis mencetak gol pembuka.
Abdul Fatawu berhasil melewati Shaw dengan mudah di sisi kanan sebelum mengirim umpan kepada Davis di tiang jauh. Meski Bruno Fernandes mencetak hat-trick, ditambah gol bunuh diri Jacob Greaves dan satu gol oleh Bryan Mbeumo, serta gol hiburan dari Chuba Akpom, gol pertama Ipswich menyoroti kelemahan pertahanan Shaw yang semakin mengkhawatirkan.
Penampilan Shaw yang mengecewakan tersebut mendapatkan kritik keras dari Alex Crook, analis talkSPORT. Dalam program GameDay Live bersama Micky Gray, Crook menilai, “Saya kehabisan kata-kata. Luke Shaw tampil buruk di Hull pekan lalu. Dia kembali tampil buruk di sana. Sudah berapa tahun dia bermain buruk? Dia adalah bagian dari masalah…”.
Gray juga mempertanyakan kesiapan tim dan strategi bertahan selama musim panas. Mantan pemain tersebut menegaskan, “Apa yang dilakukan full-back Manchester United selama pramusim? Fatawu dengan mudah melewati Luke Shaw…”.
Kerentanan ini menjadi sorotan utama, membuat suporter mendesak klub untuk segera menambah kekuatan di lini belakang.
Manchester United kini dihadapkan pada keputusan penting menjelang akhir bursa transfer. Dengan Newcastle United menutup pembicaraan tentang kepergian Lewis Hall, Carrick berisiko kehilangan kesempatan untuk memperkuat skuadnya. Tanpa bek kiri yang kompeten, ambisi mereka untuk sisa musim ini bisa terganggu.
“Manchester United seharusnya segera merekrut bek kiri yang lebih solid. Ini penting untuk menjaga momentum dan menargetkan kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Rudi, seorang pengamat sepak bola lokal.





