Manuver Pelantikan PDI: Respon Tegas atas Keresahan Publik

Jakarta, Maret.id — Dalam sebuah prosesi yang penuh makna, ratusan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sidoarjo melaksanakan pelantikan untuk masa tugas periode 2026-2031. Acara yang berlangsung di Hall Fave Hotel Sidoarjo pada Senin malam (18/5/2026) ini mencerminkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat sekitar.
Penghormatan terhadap Masyarakat
Alih-alih berkumpul di kantor sekretariat seperti biasanya, para pengurus PAC memilih untuk memulai keberangkatan dari lokasi-lokasi yang menjadi sorotan publik. Dengan ditayangkannya proses keberangkatan dari 18 kecamatan dalam acara tersebut, mereka ingin menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan yang dialami masyarakat, seperti banjir dan kemacetan yang kerap terjadi.
Contoh yang jelas terlihat adalah PAC Tanggulangin yang berangkat dari Desa Kedungbanteng, sebuah daerah yang terkenal sering dilanda banjir. Selain itu, PAC Jabon memilih titik tolak di tol lama yang dikenal sebagai tol HK, yang kerap digunakan untuk balapan liar akibat minimnya fasilitas sirkuit.
Kepedulian terhadap Lingkungan dan Pertanian
Di sisi lain, PAC dari Sidoarjo bagian barat yang terdiri dari Tarik, Krian, dan Balongbendo memilih area persawahan sebagai lokasi keberangkatan. Hal ini menjadi simbol keprihatinan atas penurunan luas lahan pertanian di Sidoarjo, yang kini hanya sekitar 12 ribu hektar.
PAC Gedangan dan Buduran pula memilih lokasi berada di simpul kemacetan untuk menggambarkan masalah transportasi di daerah tersebut. Sementara itu, PAC Sidoarjo (kota) berangkat dari depan Kantor Dinas Tenaga Kerja, melambangkan banyaknya warga yang menganggur di daerah tersebut, dengan angka sekitar 69 ribu pengangguran terbuka yang tercatat pada tahun lalu.
Komitmen untuk Masyarakat
Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tindakan yang diambil oleh para pengurus PAC sejalan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. “Ada persoalan banjir, kemacetan, persoalan pangan, hingga Ketenagakerjaan,” ujarnya. Ini menjadi langkah penting untuk menyampaikan aspirasi publik kepada pemerintah.
Hari Yulianto menjelaskan bahwa simbolisasi dengan titik keberangkatan tersebut adalah sebuah kritik konstruktif terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Ia berharap, para pejabat pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat dapat bekerja sama mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Dalam acara tersebut, diumumkan bahwa ada 198 kader yang dilantik sebagai pengurus dari 18 PAC, di mana 83 di antaranya adalah kader perempuan dan 75 lainnya merupakan generasi muda di bawah usia 35 tahun.
Sebagai bagian dari acara, juga diadakan penyerahan bibit tanaman Sukun kepada seluruh PAC untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai upaya menambah pasokan bahan makanan pendamping beras.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan apresiasi atas banyaknya generasi muda yang terlibat dalam kepengurusan partai. Ia menekankan pentingnya regenerasi dan dukungan dari kader senior untuk mendampingi mereka.
Di akhir acara, Ketua DPP Puti Guntur Soekarno mengingatkan kepada para kader agar segera beraksi setelah pelantikan. “Terus turun membersamai rakyat, jangan pernah lelah,” tegasnya. Acara ini tidak hanya menandai pelantikan, tetapi juga rekayasa kontribusi nyata bagi masyarakat Sidoarjo ke depan.





