Prabowo dorong rute langsung Indonesia

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran serta penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia untuk mempercepat konektivitas dan kerja sama ekonomi kedua negara.
Prabowo menyampaikan dorongan itu saat berpidato dalam perhelatan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Ia menilai akselerasi koneksi transportasi menjadi kunci untuk mengubah hubungan bisnis bilateral menjadi kemitraan kelembagaan yang lebih kokoh.
Transformasi dari Relasi Personal ke Kelembagaan
Presiden menekankan pentingnya aturan dan kepastian yang berkelanjutan dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Menurut Prabowo, hal itu meliputi kepastian regulasi, sistem pembayaran yang andal, efisiensi logistik, dan komitmen yang tahan terhadap pergantian pejabat.
“Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan, aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Ia meminta agar setiap kesepakatan disertai mekanisme yang jelas sehingga investasi dan proyek dapat berjalan sampai tahap implementasi.
Inisiasi Rute Laut Vladivostok–Indonesia
Untuk mewujudkan efisiensi logistik, Presiden mengusulkan pembentukan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
Ia menekankan kebutuhan akan kepastian jadwal, jaminan asuransi, serta transparansi biaya pengiriman kargo dua arah.
Prabowo mengatakan pengiriman langsung yang andal akan menurunkan biaya dan meningkatkan keandalan rantai pasok antara kedua negara.
Langkah ini dinilai krusial khususnya untuk memperkuat arus barang yang bernilai tambah tinggi dan bahan baku industri.
Penerbangan Langsung untuk Mempererat Hubungan Antarmanusia
Selain sektor maritim, Presiden juga mendorong pembukaan rute penerbangan langsung untuk memperluas kontak antarpublik dan potensi pariwisata.
“Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa penerbangan langsung tidak hanya memfasilitasi wisata, tetapi juga mempercepat pertukaran pendidikan, budaya, dan bisnis.
Perjalanan udara yang lebih cepat dan terjadwal dipandang mampu meningkatkan frekuensi pertemuan antarpelaku usaha kedua negara.
Sektor investasi dan sinergi keuangan juga mendapat sorotan dalam pidato Prabowo.
Ia menyerukan agar mekanisme pembiayaan dikembangkan untuk menerjemahkan peluang menjadi proyek nyata yang dapat dibiayai.
Presiden menyebut peran Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai fasilitator modal antara Indonesia dan Rusia dalam proses tersebut.
Ia mendorong agar kerja sama antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) beranjak dari identifikasi peluang menuju pendanaan proyek-proyek yang prospektif.
Prabowo mengingatkan bahwa setiap poin kesepakatan yang diumumkan di forum internasional tidak cukup hanya menjadi wacana.
“Setiap perjanjian yang diumumkan harus mencantumkan nilai, pembiayaan, dan tahapan penyelesaiannya,” tegasnya.
Peluang di Luar Perdagangan Komoditas Dasar
Presiden menyoroti potensi kerja sama di sektor strategis seperti energi, ketahanan pangan, riset antariksa, dan pendidikan tinggi.
Ia juga menyebut hilirisasi industri, teknologi pertanian, pengolahan pangan, produksi pupuk, serta farmasi sebagai bidang yang menawarkan peluang kolaborasi besar.
Prabowo mengajak investor Rusia untuk menjadikan Indonesia sebagai hub akses ke pasar ASEAN dan kawasan Indo-Pasifik.
“Datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun dan menciptakan nilai bersama,” ujarnya kepada para pelaku usaha Rusia.
Pidato Presiden di EEF 2026 mencerminkan upaya diplomasi ekonomi yang proaktif untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan dan investasi global.
Langkah-langkah konkret yang diusulkan akan membutuhkan koordinasi lintas kementerian serta komitmen dari pihak swasta kedua negara.
Indonesia berharap inisiatif rute laut dan udara serta mekanisme pendanaan baru dapat mempercepat realisasi proyek dan memperkuat hubungan jangka panjang dengan Rusia.
Para pemangku kepentingan di dalam negeri diperkirakan akan mengikuti arahan tersebut dengan menyusun roadmap dan skema implementasi yang terukur.





