Nasional

KPP DEM DESAK HENTIKAN Aksi Intersep Israel yang Berujung Penculikan Jurnalis dan Aktivis WNI!

Jakarta, Maret.id — Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mengeluarkan pernyataan tegas terkait tindakan Angkatan Laut Israel yang melakukan intersep terhadap jurnalis dan aktivis asal Indonesia yang terlibat dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Penangkapan empat jurnalis oleh tentara Israel saat mereka menuju Gaza dalam misi tersebut telah memicu kecaman luas.

Tindakan Penangkapan yang Memicu Kecaman

KPP DEM mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak atas penangkapan tersebut. Empat jurnalis, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari media Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andre Prasetyo dari Tempo, dilaporkan hilang kontak setelah bergabung dengan rombongan misi kemanusiaan.

Ketua Umum KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko, menegaskan bahwa pemerintah harus segera memberikan kepastian kepada keluarga para jurnalis yang ditangkap. “Kami berharap Presiden Prabowo dapat segera turun tangan dan memberi penjelasan kepada keluarga agar mereka bisa tenang dalam menghadapi situasi ini,” ujar Satryo.

Video Antisipasi Sebelum Kontak Hilang

Menurut informasi yang ada, Bambang Noroyono telah menyiapkan video antisipasi sebelum kehilangan kontak dengan rombongan. Hal ini diyakini dapat menjadi petunjuk awal dalam proses pencarian dan evakuasi para jurnalis yang saat ini ditahan.

“Penting bagi Presiden untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan rekan-rekan kami yang dilaporkan diculik oleh tentara Zionis Israel,” tambahnya.

Memastikan Keselamatan Warga Negara Indonesia

Sekretaris Jenderal KPP DEM, Nopri Agustian, juga menggarisbawahi pentingnya tindakan cepat dari pemerintah. Dia berpendapat bahwa insiden ini memiliki dampak serius pada keselamatan warga negara Indonesia dan misi kemanusiaan internasional.

“Ini merupakan insiden kedua di mana tentara Israel mengganggu misi perdamaian yang melibatkan warga negara kita. Kami meminta agar pemerintah tidak tinggal diam terhadap perilaku ini,” tegas Nopri.

Respon Pemerintah Indonesia

Sebagai respons, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan kecaman keras atas pencegatan dan penahanan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap rombongan misi Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza. Tindakan ini dipandang sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan integritas misi kemanusiaan.

Dalam rombongan tersebut, para jurnalis Indonesia sedang bertugas meliput dan mendokumentasikan situasi di Gaza dalam upaya mendukung misi kemanusiaan. KPP DEM dan berbagai organisasi lainnya segera menyampaikan seruan agar pemerintah mengambil langkah diplomatis untuk memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.

Insiden yang terjadi ini menjadi perhatian internasional dan menunjukkan pentingnya solidaritas pada misi kemanusiaan. Komunitas internasional diharapkan memberikan dukungan dan memfasilitasi upaya penyelamatan bagi para jurnalis dan aktivis yang saat ini berada dalam situasi berbahaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button