Jamin Daging Kurban Aman, Tangsel Turunkan 108 Tim Pemantau Hewan!

Tangerang Selatan, Maret.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) siap mengadakan pemantauan menyeluruh menjelang Iduladha 1447 Hijriah dengan melibatkan 108 tim pemantau hewan kurban. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang akan dikurbankan sehat, layak, dan halal untuk dikonsumsi masyarakat.
Tim Pemantau Terlatih dan Siap Bertugas
Sebanyak 108 anggota tim yang terlibat terdiri dari 54 mahasiswa sarjana muda yang sedang dalam proses menjadi dokter hewan, serta kader dari 54 kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan di Tangsel. Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Kota Tangsel, Pipit Surya Yuniar, menjelaskan bahwa setiap tim akan terdiri dari satu kader dan satu dokter hewan untuk memantau kesehatan hewan di setiap kelurahan.
“Setiap tim akan bertugas mengawasi kondisi hewan mulai dari pra hingga pascapenyembelihan,” ujar Pipit, menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan sebelum proses penyembelihan berlangsung. Tim akan beroperasi di masjid, musala, dan lokasi lain yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban.
Pengawasan Kesehatan Hewan Secara Komprehensif
Pipit menambahkan, perhatian khusus akan diberikan pada jeroan hewan, yang sering kali terinfeksi parasit, seperti cacing pita. Tim juga akan memastikan tidak ada organ ternak yang layak dikonsumsi terdeteksi sebagai sumber penyakit. Sebelum Hari Raya Iduladha, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tangsel juga memeriksa lapak-lapak penjual hewan ternak untuk mencegah penyebaran penyakit seperti mulut dan kuku.
Kondisi hewan yang diangkut kerap rentan terkena penyakit, seperti mata merah atau kelelahan. Oleh karena itu, hewan yang membutuhkan perawatan akan langsung diberikan obat sebelum hari penyembelihan agar tetap dalam kondisi baik.
Inspeksi Langsung dari Pihak Pemerintah
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnis, turut melakukan inspeksi langsung di berbagai lokasi penyelenggaraan dan penjualan hewan kurban. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif demi memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam membeli hewan kurban. Pemeriksaan ini tidak hanya mencakup kesehatan hewan, tetapi juga kebersihan kandang dan kelengkapan dokumen kesehatan dari daerah asal ternak.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi hewan kurban di Tangsel masih aman dan terkendali,” ungkap Benyamin. Pemkot Tangsel berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan agar potensi penyebaran penyakit hewan dapat diminimalisir.
Sumber Ternak yang Terjamin Kesehatannya
Benyamin menjelaskan bahwa hewan kurban di Tangsel berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Banten. Proses distribusi hewan ternak telah melalui pengawasan kesehatan yang ketat sebelum tiba di lokasi penjualan.
Petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan kesehatan hewan selama masa penjualan. Meskipun hewan kerbau merupakan bagian dari tradisi kurban, dalam pendataan tahun ini, jenis hewan tersebut tidak ditemukan di wilayah Tangerang Selatan.
Dengan langkah-langkah preventif ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Iduladha dengan tenang, mengetahui bahwa hewan yang mereka pilih untuk dikurbankan telah melalui proses pemeriksaan yang ketat. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan yang menjadi bagian dari ibadah bagi umat Muslim.
