Olahraga

Pembatalan Ulang Penalti Kylian Mbappe Dikarenakan Masuknya Marc Bartra

Jakarta, Maret.id — Real Madrid mengalami kekalahan pertama mereka musim ini dalam laga menegangkan melawan Real Betis di La Cartuja. Namun, perhatian utama pasca-pertandingan tertuju pada insiden kontroversial terkait keputusan wasit.

Pada menit ke-93, wasit Alejandro Jose Hernandez Hernandez memberikan penalti kepada Madrid setelah pelanggaran terhadap Vinicius Junior. Kylian Mbappe yang mengambil tindakan, gagal mengeksekusi dengan baik, dan tembakannya berhasil diantisipasi kiper Alvaro Valles yang tampil gemilang. “Penyelamatan itu menjadi momen penting dalam pertandingan.” ucap Valles, Kiper Real Betis.

Pasca-penyelamatan, keraguan muncul dari bench Madrid dan para pendukung mengenai kehadiran Marc Bartra yang tampak masuk terlalu awal ke dalam area penalti sebelum bola ditendang. Menurut laporan dari Mundo Deportivo, tayangan ulang menunjukkan Bartra adalah yang pertama melanggar batas kotak penalti sebelum tembakan dilakukan.

Aturan FIFA menyatakan bahwa jika seorang pemain bertahan memasuki kotak penalti lebih awal dan penalti tidak berhasil, tendangan seharusnya diulang. Namun, detil teknis mengenai posisi kaki Bartra saat bola ditendang menjadi kunci dalam peninjauan VAR. “Posisi kaki sangat menentukan dalam situasi ini,” ujar seorang analis sepak bola terkemuka.

Analisis tambahan menunjukkan bahwa meskipun Bartra berusaha mengantisipasi rebound, kakinya belum menyentuh tanah pada momen Mbappe menendang. “Pelanggaran jarang dianggap dari posisi tubuh, tetapi dari kontak kaki dengan lapangan.” kata sumber dalam FIFA.

Dalam konteks itu, Bartra bergerak dengan cerdik, menjaga posisi tanpa melanggar aturan, dan menjadi pemain pertama menjemput bola setelah penyelamatan tersebut. Hal ini mencegah Mbappe mendapatkan peluang kedua.

Kekacauan tidak berhenti di situ. Mumbai Espi, pengganti yang baru masuk, mencetak gol cantik yang seharusnya membawa kembali Madrid ke dalam permainan. Namun, gol tersebut dianulir karena offside tipis pada tahap awal, menambah frustrasi bagi Madrid. “Semua juara mengalami kebangkitan,” kata Jose Mourinho, manajer Madrid, mengomentari keputusan VAR.

Kekalahan ini menandai akhir dari rentetan kemenangan yang impresif untuk Real Madrid. Dominasi penguasaan bola tidak berujung pada ketajaman di lini depan. Hasil ini menjadi titik balik yang tidak menguntungkan ketika klub bersiap menghadapi fase grup Liga Champions yang dimulai pekan depan.

“Mourinho seharusnya mengambil keputusan lebih berani, terutama dengan kebangkitan tim di Liga Champions.” komentar Andika, seorang penggemar sepak bola Indonesia dan pengamat Liga Spanyol di Jakarta.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button