Politik

Erupsi Gunung Api, DPR Tinjau Kesiapan Sistem Kesehatan

Jakarta, Maret.id — Erupsi sejumlah gunung api yang terjadi secara bersamaan menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, meminta pemerintah tidak gagap dalam menghadapi dampak erupsi, khususnya ancaman abu vulkanik yang dapat menyebar ke wilayah permukiman.

Menurut Ranny, penanganan bencana harus melibatkan lebih dari sekadar evakuasi dan penanganan fisik. Ia menekankan bahwa pemerintah harus memastikan sistem kesehatan di wilayah terdampak dan yang berpotensi terdampak dalam kondisi siap.

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Jika terhirup, dapat mengganggu saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta memperburuk kondisi warga yang memiliki gangguan pernapasan,” tutur Ranny.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan masker, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta kesiapan puskesmas dan rumah sakit di wilayah yang berpotensi terdampak.

Ranny menambahkan bahwa kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus.

Ia juga menilai bahwa aspek air bersih, keamanan pangan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan harus menjadi bagian dari penanganan selama masa tanggap darurat.

“Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit baru kemudian kita bergerak. Sistem kesehatan harus sudah siap sebelum dampaknya meluas,” tegas legislator Golkar tersebut.

Ranny juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang cepat antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh unsur terkait.

“Yang kita butuhkan adalah tanggap darurat, bukan gagap darurat. Dalam kondisi bencana, keterlambatan respons kesehatan bisa berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button