Kewaspadaan Masih Diperlukan Meski Karhutla Ketapang Menurun

Jakarta, Maret.id — Menteri Kehutanan Raja Antoni menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat meskipun jumlah titik panas di Kabupaten Ketapang terus mengalami penurunan.
Raja Antoni secara langsung memantau kondisi karhutla di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Berdasarkan data terbaru, saat ini tersisa 13 titik hotspot di Ketapang.
“Hotspot di Ketapang, berkat kerjasama semua pihak, telah turun menjadi 13 titik,” tegas Raja Antoni. Penurunan jumlah hotspot ini menunjukkan hasil kolaborasi antara Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, dan masyarakat yang peduli akan isu ini.
Meskipun angka hotspot menurun, Raja Antoni mengingatkan agar tidak ada pihak yang menganggap penanganan karhutla telah sepenuhnya selesai. “Sisa titik panas ini harus segera dikejar dan dipadamkan agar tidak berkembang kembali,” imbuhnya.
Dia menekankan agar semua pihak memanfaatkan momentum ini untuk segera menyelesaikan penanganan titik-titik api tersebut. “Semua harus mengejar titik-titik apinya dan diselesaikan dipadamkan,” ujar Raja Antoni.
Penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. “Api yang terlihat di permukaan bisa saja tampak sudah padam, tetapi masih ada potensi api di bawah permukaan,” tuturnya.
Raja Antoni juga menjelaskan bahwa meskipun tidak terlihat ada asap, potensi kebakaran tetap ada apabila muncul angin. “Di gambut, memadamkan apinya berbeda dengan di lahan mineral,” tegasnya.
Dengan peringatan tersebut, pemerintah berharap semua pihak dapat bekerja sama secara efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan lebih lanjut.





