Politik

Legislator: Sintang Ideal Jadi Basis Produksi B50 dengan 12 Pabrik Sawit

Jakarta, Maret.id — Jarak distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Pontianak ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dapat mencapai sekitar 700 kilometer. Kondisi geografis yang menantang ini mengakibatkan biaya angkutan BBM menjadi tinggi.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Gulam Mohamad Sharon, mengemukakan bahwa pengembangan biodiesel jenis B50 dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan biaya distribusi. Hal ini terutama berlaku di daerah yang bergantung pada pasokan BBM dari Pontianak.

“Terutama di dapil saya di Kalbar. Saat sekarang ini BBM tidak bisa masuk, jadi semuanya di-cover dari Pontianak,” ujar Sharon. Ia menambahkan, distribusi BBM dari terminal Pontianak menuju Sintang, Melawi, Sanggau hingga Kapuas Hulu mengalami tantangan besar, terutama mengingat jarak yang bisa mencapai 700 kilometer ke Kapuas Hulu.

Kesulitan distribusi semakin diperburuk saat muka air sungai surut. “Kondisi tersebut dapat mengganggu jalur pengangkutan sekaligus meningkatkan biaya distribusi BBM,” tutur Sharon. Menurutnya, produksi B50 yang dilakukan lebih dekat dengan konsumen dapat memangkas beban angkutan.

Sharon juga mengusulkan agar depot di Sintang dapat menjadi titik pengembangan produksi dan distribusi B50. “Dengan adanya B50 dan ini bisa disalurkan di depot Sintang, ini jadi salah satu solusi karena bisa mengurangi biaya transportasi,” imbuhnya.

Ia mencatat bahwa Kabupaten Sintang memiliki sekitar 12 pabrik kelapa sawit dengan produksi CPO dalam jumlah besar. Potensi ini dianggap sebagai modal untuk membangun ekosistem produksi biodiesel yang lebih dekat dengan wilayah distribusi.

Oleh karena itu, legislator dari Dapil Kalbar II ini mendesak Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) untuk menyiapkan mesin pengolahan yang efisien. “Kalau bisa nanti EBTKE punya mesin yang efisien untuk mengubah ini, bisa di tiap depot atau di tiap kabupaten, di titik-titik sebarannya,” tegasnya.

Sharon menekankan bahwa masalah distribusi BBM jarak jauh tidak hanya terjadi di Kalimantan Barat. “Ini bukan hanya terjadi di Kalbar. Ini terjadi juga di Kalteng, Kaltim pada saat musim kemarau agak sulit untuk mendistribusikan BBM-nya,” kata Sharon.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button