Olahraga

Tottenham Hotspur gagal, Thomas Frank tetap tanpa klub setelah 38 laga

Jakarta, Maret.id — Thomas Frank, pelatih yang sebelumnya berhasil mengangkat reputasi Brentford, mengalami masa sulit sebagai pelatih kepala Tottenham Hotspur. Meskipun berhasil di Brentford, Frank hanya bertahan delapan bulan di Tottenham sebelum dipecat pada Februari 2026.

Frank memulai karir kepelatihannya di Inggris pada Oktober 2018. Dalam kurun hampir tujuh tahun, ia berhasil memimpin Brentford dalam 317 pertandingan dan membawa timnya menjadi pesaing kuat di liga. “Thomas Frank melakukan pekerjaan luar biasa di Brentford. Dia pergi ke Tottenham, itu sulit.” kata Clinton Morrison, mantan striker Brentford, kepada GOAL.

Sementara itu, Tottenham mengakhiri masa jabatannya dengan hasil buruk, terjerembab dalam peringkat ke-17 liga. Frank tidak dapat disalahkan sepenuhnya, sebab akumulasi masalah yang ada membuatnya sulit mengeluarkan potensi maksimal dari para pemain. “Moral di Tottenham sedang rendah, dan situasi itu sudah sulit.” ujar Morrison.

Dengan posisi pelatih di Tottenham yang kini dikelola Roberto De Zerbi, banyak yang bertanya-tanya tentang masa depan Frank. Di sisi lain, Fulham tampaknya juga sedang menghadapi kesulitan awal musim di bawah pelatih Alvaro Arbeloa setelah memulai Premier League 2026-27 tanpa meraih poin. “Saya pikir ini akan sulit bagi Fulham. Mereka butuh kemenangan segera.” kata Morrison menambahkan.

Musim ini, Brentford akan menghadapi Bournemouth, sementara Fulham akan bertandang ke Anfield melawan Liverpool. Thomas Frank, saat ini menikmati perannya sebagai pundit, kemungkinan akan kembali melatih ketika tawaran yang tepat datang. “Dia akan menunggu untuk melihat siapa yang tidak memulai musim dengan baik.” ujar Morrison.

Dari sudut pandang lokal, jurnalis olahraga Indonesia, Eko Widianto, mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib pelatih-pelatih di Premier League. “Kita berharap pelatih-pelatih seperti Thomas Frank tidak kehilangan kesempatan hanya karena kesulitan di klub tertentu. Mereka butuh dukungan dan waktu untuk berkembang.” kata Eko.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button