Suporter Al Nassr desak pengganti Bento setelah hasil buruk

Jakarta, Maret.id — Kiper Brasil, Bento, kembali menjadi sorotan setelah melakukan blunder dalam pertandingan menghadapi Abha. Dalam laga yang dimenangkan Al Nassr dengan skor 2-1 pada Rabu malam, kesalahan Bento membuat banyak suporter mempertanyakan kemampuannya untuk menjaga gawang tim.
Gol Abha terjadi pada menit ke-75 ketika Nabil Fekir mengeksekusi tendangan bebas langsung. Sepakan mengecoh Fekir gagal diantisipasi dengan baik oleh Bento, sehingga bola masuk ke gawangnya, yang membuat para penonton terkejut. Al Nassr sebelumnya sedang unggul dan berusaha mempertahankan dominasinya.
Gol Fekir menjadi signifikan karena itu merupakan gol pertama Abha dari tendangan bebas langsung di Liga Pro sejak gol Saad Baqir ke gawang Al Shabab pada Oktober 2023. Namun, para suporter Al Nassr memandang blunder ini sebagai masalah yang lebih besar, mengingat serangkaian kesalahan Bento sejak bergabung dengan tim di musim panas 2024.
Dengan kritik yang semakin mengalir melalui platform “X”, banyak suporter menyalahkan Bento atas gol tersebut. Mereka meminta agar ia diistirahatkan dan Nawaf Al Aqidi, kiper asal Arab Saudi, dikembalikan ke posisi starter. Kepercayaan pelatih Ange Postecoglou terhadap Al Aqidi semakin mendukung tuntutan ini, terutama setelah penampilannya yang solid di beberapa pertandingan.
Namun, bagi suporter Al Nassr, isu ini lebih dari sekadar satu gol; itu tentang tingkat kepercayaan pada Bento dalam jangka panjang. Sementara tim mungkin berhasil memenangkan pertandingan, kesalahan individu di posisi kiper dapat menjadi masalah serius saat Al Nassr menghadapi kompetisi yang lebih ketat.
Bento masih memiliki peluang untuk membuktikan dirinya di lapangan. Namun, tekanan semakin membesar setelah blunder melawan Fekir, terutama dengan adanya pengganti lokal yang siap untuk mengambil alih.
“Saya percaya Bento akan belajar dari kesalahannya dan kembali lebih kuat,” kata Ronny, seorang penggemar berat Al Nassr di Jakarta. “Tapi, kita juga menginginkan yang terbaik untuk tim, dan jika Al Aqidi lebih baik, kenapa tidak?”





