Pezeshkian Tegaskan Iran Tolak Tekanan Ekonomi Amerika Serikat, Pasar Minyak Melejit!

Jakarta, Maret.id — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan rakyat Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan ekonomi dan intimidasi yang menurutnya dilancarkan oleh Amerika Serikat.
Kunjungan dan pertemuan di New Delhi
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu pimpinan agama, akademisi, dan pengusaha asal India di New Delhi pada Sabtu, 12 September 2026, waktu setempat.
Dalam pertemuan tersebut, ia berupaya meyakinkan kalangan bisnis India bahwa Iran tetap teguh mempertahankan kedaulatan ekonomi dan politiknya.
Kritik terhadap kebijakan AS
Pezeshkian secara tegas mengecam langkah Washington yang menurutnya meliputi blokade angkatan laut dan apa yang disebutnya perang ekonomi terhadap Teheran.
Ia menilai upaya tersebut bertujuan meruntuhkan ketahanan sosial ekonomi agar masyarakat pada akhirnya menyerah, namun menegaskan hal itu tidak akan terjadi.
Pezeshkian mengatakan tekanan diarahkan untuk melemahkan mata pencaharian rakyat Iran dan mengurangi fasilitas yang menjadi penopang hidup masyarakat.
Dia menyatakan bahwa strategi tersebut menunjukkan ketidakmauan pihak luar untuk melihat Iran berdiri sebagai negara merdeka dan berdaulat.
Dinamika eskalasi dan pernyataan AS
Pernyataan Pezeshkian muncul di tengah eskalasi tekanan ekonomi yang menurut laporan berlangsung berbulan-bulan, termasuk tindakan yang disebut blokade angkatan laut yang menargetkan jalur perdagangan dan sumber penghidupan.
Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah yang ia gambarkan sebagai “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan” terhadap negara mana pun yang membantu Iran.
Trump menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pezeshkian menanggapi pernyataan itu dengan mengulangi bahwa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi dan akan mempertahankan pilihan kebijakannya.
Implikasi terhadap hubungan regional dan perdagangan
Kebijakan yang disorot oleh Pezeshkian berpotensi memengaruhi jalur pelayaran dan perdagangan di kawasan yang menjadi urat nadi energi dan barang.
Pertemuan dengan pengusaha India menandakan upaya Teheran untuk meredam kekhawatiran mitra dagang dan mempertahankan hubungan ekonomi bilateral.
Risiko gangguan pasokan dan represifitas sanksi juga dikhawatirkan berdampak pada investasi serta proyek infrastruktur yang melibatkan perusahaan asing.
Para pelaku usaha yang hadir disebut Pezeshkian sebagai pihak yang harus diyakinkan tentang komitmen Iran menjaga stabilitas dan keamanan perdagangan.
Pesan politik dan penegasan kedaulatan
Di ranah politik, pernyataan Pezeshkian dimaksudkan mempertegas narasi kedaulatan dan ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan eksternal.
Ia menegaskan bahwa kebijakan negara akan berfokus pada penguatan ekonomi domestik dan perlindungan mata pencaharian warga.
Pernyataan itu dipandang sebagai upaya meredam potensi dampak psikologis akibat tekanan ekonomi sekaligus membangun dukungan publik.
Sejauh ini, respons internasional dan reaksi pemerintah negara-negara mitra terhadap eskalasi kebijakan AS masih terus dipantau.





