Politik

Komisi IX DPR Minta RS Siaga Tangani ISPA Akibat Karhutla

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia diharapkan segera mengambil tindakan untuk menangani krisis kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Upaya pemadaman api harus berjalan seiring dengan penyediaan jaminan perlindungan medis dan distribusi bantuan yang merata.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menegaskan bahwa “kabut asap karhutla di Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.” kata Neng Eem. Ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat membiarkan masyarakat terus-menerus terpapar udara tercemar yang membahayakan jiwa.

Ia juga menyoroti buruknya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang berisiko merusak saluran pernapasan jika dihirup masyarakat dalam jangka panjang. “Ketika indikator menunjukkan kondisi tidak sehat hingga berbahaya, keselamatan warga harus jadi prioritas utama,” tegasnya.

Neng Eem menekankan pentingnya bantuan perlindungan fisik seperti masker yang sesuai standar filtrasi mikro. Ia meminta pemerintah untuk menyediakan masker jenis KN95, bukan sekadar bantuan simbolis yang tidak memberikan perlindungan optimal. “Distribusi masker harus tepat guna, seperti tipe KN95 yang mampu menyaring partikel halus,” ujarnya.

Selain penyediaan masker, ia mendesak perbaikan dan peningkatan kesiapan semua fasilitas kesehatan di daerah yang terdampak. Puskesmas dan rumah sakit diharapkan siaga penuh untuk melayani lonjakan pasien yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata. “Kasihan masyarakat harus beraktivitas di bawah kepungan asap,” sambungnya.

Neng Eem menyoroti perlunya perhatian ekstra bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi. “Anak-anak, lansia, ibu hamil, disabilitas, dan penderita penyakit kronis harus jadi prioritas utama,” ujarnya. Ia mendesak pemerintah untuk memastikan bahwa kelompok rentan ini mendapatkan penanganan medis secara cepat dan terpisah dari yang berisiko rendah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button