SEGERA! Kemlu Konfirmasi 9 WNI Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Ditangkap Israel

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 kini berada dalam penahanan otoritas Israel. Penangkapan ini dilaporkan pada Rabu, 20 Mei 2026, oleh juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang.
Penangkapan Anggota Misi Kemanusiaan
Menurut informasi terbaru yang diterima pada pukul 07.13 WIB, sembilan anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi tersebut telah ditahan oleh otoritas Israel. Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan Perwakilan RI di luar negeri saat ini tengah berupaya melakukan pendekatan intensif kepada pihak berwenang setempat untuk memastikan perlindungan bagi para WNI tersebut.
Berdasarkan keterangan lebih lanjut dari Yvonne, semua langkah diplomatik dan konsuler akan dimaksimalkan guna memastikan keselamatan para WNI dan memfasilitasi kembali perjalanan mereka ke tanah air. “Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera membebaskan semua kapal dan awak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini,” kata Yvonne.
Daftar Nama WNI yang Ditangkap
Sembilan WNI yang dilaporkan ditangkap adalah sebagai berikut:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso), kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (REPUBLIKA), kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA), kapal Ozgurluk
Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan komunikasi dengan pihak berwenang Israel serta menggunakan semua saluran yang ada untuk memastikan keamanan para WNI tersebut.
Pentingnya Misi Kemanusiaan
Misi Global Sumud Flotilla merupakan usaha untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan mempromosikan perdamaian di wilayah yang mengalami konflik. Penangkapan para anggota misi ini menunjukkan tantangan serius yang dihadapi para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan di daerah-daerah yang berbenturan dengan kepentingan politik dan keamanan.
Pemerintah Indonesia memastikan akan terus memantau situasi ini serta berupaya keras untuk menyelesaikan masalah ini hingga para WNI dapat kembali dengan selamat. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan melalui saluran informasi resmi.
Sebagai penutup, Kemlu RI mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan semua warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi internasional, serta pentingnya dukungan dari masyarakat dalam mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan.





