KEMENDAGRI Ciptakan KOMPETISI Ketat di Antara Pemda lewat Penghargaan Daerah Berprestasi!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen untuk meningkatkan daya saing antarpemerintah daerah melalui penghargaan daerah berprestasi yang diberikan dalam bentuk insentif fiskal berbasis daerah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong kinerja pemerintah daerah sembari memberikan pengakuan kepada kepala daerah yang menunjukkan prestasi terbaik.
Penghargaan Untuk Kepala Daerah Berprestasi
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Ballroom Merumatta Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjelaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan juga berupa insentif fiskal yang bersumber dari anggaran Kemendagri. Untuk kategori kabupaten, insentif yang diberikan adalah Rp3 miliar untuk Terbaik I, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III.
Pada tingkat provinsi dan kota, penghargaan hanya diberikan kepada Terbaik I dengan insentif sebesar Rp3 miliar. Tito menekankan bahwa skema insentif ini dirancang berdasarkan regional agar kompetisi dapat berlangsung lebih adil dan merata, mencakup daerah-daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, serta Papua.
Tujuan Mendorong Kompetisi Sehat
“Tujuan dari penghargaan ini adalah untuk menimbulkan iklim kompetitif. Ini juga memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi,” ujarnya. Tito menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memacu daerah-daerah yang belum berprestasi untuk berusaha lebih keras dan meningkatkan kinerja mereka.
Penilaian yang dilakukan dalam kompetisi ini mengacu pada data yang telah terverifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemendagri. Kategori dalam kompetisi mencakup penanggulangan kemiskinan, penurunan stunting, pembiayaan kreatif, pengendalian inflasi, dan penurunan tingkat kemiskinan.
Menunjukkan Kinerja Baik Kepala Daerah
“Ada empat kategori yang dikompetisikan dan data yang digunakan sudah jelas berasal dari BPS dan data yang ada di Kemendagri,” ucap Tito. Kegiatan ini tidak hanya menciptakan kompetisi yang sehat, tetapi juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan pantas untuk diapresiasi.
Melalui langkah-langkah ini, Kemendagri berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan efisiensi di tingkat pemerintahan daerah. Dengan penghargaan ini, diharapkan akan muncul lebih banyak daerah yang berkomitmen untuk meraih prestasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Kementerian Dalam Negeri sangat optimis bahwa dengan adanya penghargaan ini, kepala daerah akan termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mengatasi permasalahan sosial yang ada. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan pengembangan daerah di seluruh Indonesia.





