Politik

Djaka Budhi Diuntungkan Oleh Kebijakan Menkeu Suahasil Nazar

Jakarta, Maret.id — Pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara diyakini akan mengubah dinamika internal Kementerian Keuangan, terutama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dipimpin oleh Djaka Budhi Utama.

Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), menegaskan bahwa perubahan ini bisa menjadi momen penting bagi Djaka untuk memperkuat konsolidasi di DJBC dan mendukung penerimaan negara.

“Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan Purbaya saat menjabat Menkeu dengan Djaka Budi tidak harmonis,” kata Hari.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Suahasil sebagai Menteri Keuangan baru diharapkan dapat membawa energi positif bagi kementerian, khususnya dalam meningkatkan kinerja DJBC.

“Tentunya dengan pergantian Purbaya kepada Suahasil menjadi energi baru mendukung kinerja bea cukai di bawah kepemimpinan Djaka Budi saat ini,” ungkapnya.

Hari melihat perubahan ini sebagai keuntungan bagi Djaka. “Dengan Purbaya terhindar dari posisi Kemenkeu menjadi kemenangan tersendiri untuk Djaka Budi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pergantian ini mendapat sambutan positif di lingkungan Bea Cukai, karena dinilai dapat meredakan isu-isu internal yang berpotensi mengganggu konsolidasi penerimaan negara. “Tentunya dengan digantinya Purbaya dengan Suahasil, langsung direspon positif oleh Bea Cukai,” ujarnya.

Di sisi lain, isu keretakan hubungan antara Purbaya dan Djaka yang berkembang sebelumnya telah dibantah oleh keduanya. Djaka menyebut bahwa kabar tersebut tidak benar, sementara Purbaya menganggap perubahan ini adalah hak prerogatif Presiden.

Setelah dilantik, Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjaga kredibilitas fiskal dan disiplin dalam pelaksanaan APBN. Perubahan ini juga terjadi di tengah tuntutan pemerintah untuk menjaga stabilitas kebijakan fiskal dan kepercayaan pasar.

Hari juga mengingatkan pentingnya mengatasi persoalan internal agar tidak mengganggu konsolidasi penerimaan negara. “Karena jika Purbaya masih dipertahankan malah menyimpan ‘api dalam sekam’ perseteruan yang akan mengganggu konsolidasi penerimaan negara,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button