Bachtiar Chamsyah, Mantan Mensos, Meninggal Dunia di 2023

Jakarta, Maret.id — Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menghembuskan nafas terakhir pada Kamis malam, 24 September 2026, pukul 19.20 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Informasi yang diterima menyebutkan, almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Puspitek Raya, Setu, Tangerang Selatan.
Kabar duka ini disampaikan oleh mantan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum, melalui akun X pribadinya. “Dapat kabar duka. Senior yang baik, Bang Bachtiar Chamsyah telah kembali ke haribaan Allah SWT. Semoga husnul khatimah. Lahu al-Fatihah,” tutur Anas.
Bachtiar Chamsyah dikenal sebagai politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki karier panjang di dunia politik sebelum menjabat sebagai Menteri Sosial.
Lahir di Tiji, Sigli, Aceh, pada 31 Desember 1945, perjalanan organisasi Bachtiar dimulai melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia sempat menjabat sebagai Ketua Komisariat HMI AAN Medan dan Ketua Umum HMI Cabang Medan.
Karier politiknya terus berkembang di PPP. Bachtiar menjabat sebagai Wasekjen DPP PPP dan Sekjen Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Ia juga pernah menjadi Ketua Umum Parmusi pada tahun 2002.
Selama periode 1982-1987, Bachtiar Chamsyah menjadi anggota DPRD Sumatera Utara. Ia kemudian masuk ke DPR RI dan menduduki beberapa posisi strategis di Fraksi PPP.
Pada periode 1999-2001, Bachtiar menjabat sebagai Ketua Komisi V DPR RI. Namanya semakin dikenal ketika ia dipercaya memimpin Panitia Khusus (Pansus) Buloggate-Bruneigate pada tahun 2000, yang menjadi salah satu babak penting dalam sejarah politik Indonesia.
Kepemimpinan Pansus tersebut berujung pada kejatuhan pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Bachtiar kemudian mendapatkan kepercayaan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menjabat sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Gotong Royong dari 10 Agustus 2001 hingga 20 Oktober 2004.
Setelah pergantian pemerintahan, ia kembali dipercaya untuk menjabat posisi yang sama dalam Kabinet Indonesia Bersatu di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.





