Politik

Kenangan Didik Nurhadi dan Guruh Soekarnoputra tentang PIP dan Penolakan Politik Uang di PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Keberangkatan Guruh Soekarnoputra meninggalkan kesan mendalam bagi Didik Nurhadi. Kedekatan mereka terjalin sejak 2014 ketika Didik dilantik sebagai Ketua Barisan Guruh Sukarnoputra (BAGUS).

Didik dipercaya untuk mendampingi Guruh dalam program aspirasi di Jawa Timur I yang mencakup Surabaya-Sidoarjo. Ia mengungkapkan banyak kenangan berharga tentang Guruh, khususnya mengenai prinsip dan kepedulian almarhum terhadap pendidikan.

“Sejak pertengahan 2014, saya dipercaya Mas Guruh sebagai Ketua BAGUS untuk mendampingi dan mengawal program aspirasi beliau di Dapil Jatim I,” ujar Didik. Salah satu program penting yang ia kawal adalah penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa di daerah tersebut.

Didik menceritakan pesan Guruh agar bantuan pendidikan tidak terpotong. “Pesan beliau sangat jelas, beasiswa PIP bertujuan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia, maka jangan pernah menarik atau memotong beasiswa tersebut,” tegas Didik.

Menjelang Pemilu Legislatif 2019, Guruh berpindah daerah pemilihan ke Jatim VI. Didik melaporkan kondisi politik yang berbeda, termasuk maraknya praktik politik uang. “Saya sampaikan kepada beliau, bahwa di Dapil Jatim VI situasinya berbeda dengan Dapil Jatim I, karena marak politik uang,” jelas Didik.

Respons Guruh terhadap laporan ini sangat mengesankan bagi Didik. “Jawaban beliau sangat tenang, ‘Mas Didik, saya putra Bung Karno. Lebih baik saya tidak jadi DPR RI daripada saya money politic,'” tutur Didik.

Guruh pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia dikenal aktif dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Didik menganggap sikap Guruh mencerminkan prinsip yang tinggi dalam berpolitik.

“Beliau adalah orang baik, bapak dan guru politik yang baik bagi kami. Kami di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sangat kehilangan,” imbuh Didik.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada 26 September 2026, di usia 73 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Putra bungsu Presiden pertama RI, Soekarno, ini dikenal sebagai seniman dan politikus. Hasto menyatakan, keluarga besar partai kehilangan sosok yang dihormati dan dikenang sebagai pejuang partai.

Didik Nurhadi, atas nama keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur dan BAGUS, menyampaikan doa untuk almarhum. “Semoga amal ibadah dan budi baik beliau diterima oleh Allah SWT,” pungkas Didik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button