Politik

Ngaji Pusaka Sebagai Edukasi Generasi Muda, Doding Kenalkan Keris

Jakarta, Maret.id — Tradisi Ngaji Pusaka dalam acara Bersih Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, tidak hanya menjadi ajang pemameran keris dan benda pusaka. Kegiatan ini diklaim dapat berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, memberikan apresiasi terhadap diselenggarakannya Ngaji Pusaka di Balai Desa Sukowetan. Menurut Doding, kegiatan ini penting untuk mendekatkan generasi muda, terutama pelajar, dengan kekayaan budaya lokal.

“Agenda seperti Ngaji Pusaka ini saya apresiasi. Karena setidaknya menjadi ajang edukasi bagi generasi muda atau pelajar mengenalkan pusaka, seperti keris,” ujar Doding.

Doding, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, menekankan bahwa Ngaji Pusaka lebih dari sekadar pameran. Kegiatan ini menjadi momen untuk merawat tradisi, memahami sejarah, dan melestarikan budaya leluhur agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Ia berpendapat bahwa pusaka dan budaya tidak hanya bisa dilihat sebagai peninggalan masa lalu. “Keduanya merupakan bagian dari jati diri masyarakat yang perlu dipahami, dihormati dan dilestarikan,” imbuhnya.

Doding menyoroti bahwa wilayah Mataraman, termasuk Trenggalek, kaya akan budaya Jawa, dengan keris sebagai salah satu warisannya. Namun, ia mengakui bahwa memperkenalkan pusaka kepada generasi muda merupakan tantangan, terutama dengan kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup.

“Di Trenggalek banyak pelestari pusaka yang tersebar di sejumlah kecamatan. Setiap agenda tertentu, digelar pameran oleh pemerhati dan pelestari pusaka keris,” jelas Doding.

Ia berharap kegiatan seperti Ngaji Pusaka terus memiliki tempat dalam agenda budaya masyarakat. Selain sebagai sarana pelestarian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan kekayaan budaya daerah.

Doding juga mengungkapkan harapannya agar tradisi Bersih Desa Sukowetan terus dipertahankan. “Kegiatan bersih desa bukan hanya menjadi sarana menjaga tradisi, tetapi juga dapat mempererat kebersamaan warga serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan kearifan lokal,” tegasnya.

Rangkaian acara Bersih Desa Sukowetan tidak hanya mencakup Ngaji Pusaka. Warga juga menyelenggarakan bursa akik, bazar UMKM, salawatan, wayangan kulit, jalan sehat, dan beragam kegiatan lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadikan tradisi bersih desa bukan hanya agenda budaya, tetapi juga wadah untuk mempertemukan warga dan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button