Politik

Kenaikan Ambang Batas Parlemen Dinilai Sebagai Upaya Jegal PSI

Jakarta, Maret.id — Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai kecil tetapi membuat banyak pihak merasa terancam mengundang perdebatan. Banyak yang berspekulasi mengenai siapa yang merasa terancam dan mengapa.

Pengamat politik Adi Prayitno mengaitkan pernyataan tersebut dengan sejumlah kemungkinan. Ia menyatakan bahwa ketakutan mungkin datang dari partai-partai politik lain di parlemen yang merasa terancam oleh keberadaan PSI atau potensi pemilih yang mungkin berpindah ke partai itu.

“Apakah yang disebut takut adalah partai politik di parlemen, takut misalnya tersaingi oleh PSI atau basis pemilihnya akan hijrah ke PSI,” ujarnya kepada publik melalui saluran Youtube, Senin, 28 September 2026.

Selain itu, Adi menyoroti isu kenaikan ambang batas parlemen yang tengah diperbincangkan. “Atau takut yang disebut ini karena adanya isu wacana menaikkan ambang batas parlemen,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa pembahasan mengenai ambang batas parlemen bukanlah isu baru. Menurutnya, wacana tersebut telah muncul berulang kali dalam setiap periode politik.

Adi menilai wacana kenaikan ambang batas saat ini tidak perlu dikaitkan secara berlebihan sebagai upaya membatasi PSI. “Jadi kalau hari ini ada wacana kenaikan ambang batas, tujuannya untuk membatasi PSI supaya tidak ke parlemen, bagi saya ini statement yang hiperbola. Sangat lebay,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa perdebatan mengenai ambang batas parlemen sudah ada sejak beberapa pemilu terakhir. “Kalau dilihat 2004-2009, 2014, 2019, 2024 dan menuju 2029, perdebatan mengenai kenaikan ambang batas selalu terjadi di kalangan politisi,” pungkas Adi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button