Evaluasi Program Latsarmil Komcad Setelah Kembali Jatuh Korban

Jakarta, Maret.id — Desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) semakin meningkatkan sorotan publik.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengeluarkan permintaan tersebut setelah wafatnya Vanreko Varkas Bagaskara, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Ekonomi Kreatif, pada 26 September 2026.
Vanreko meninggal dunia selama pelaksanaan Latsarmil Komcad ASN Gelombang II di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. M Hafiz, perwakilan koalisi, menyebut bahwa kejadian ini tidak boleh dipandang sebagai hal biasa.
Ia menegaskan, situasi ini berkaitan erat dengan kematian lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam pelatihan tahun ini. “Enam kematian dalam satu rangkaian kebijakan menuntut pertanggungjawaban hukum, evaluasi menyeluruh, dan penghentian program Komcad bagi ASN,” kata Hafiz dalam keterangan tertulis pada 29 September 2026.
Hafiz juga meminta agar penyebab medis kematian disampaikan secara transparan. Namun, ia menambahkan bahwa pemeriksaan harus melampaui sekadar diagnosis medis.
“Penegak hukum wajib menyelidiki dugaan kelalaian, pelanggaran prosedur, dan pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya lebih lanjut.
Ia juga menyoroti bahwa rentetan kematian tersebut menunjukkan masalah sistemik yang perlu ditangani, bukan sekadar kelalaian individu korban.
Sementara itu, Haeril Halim dari Amnesty International Indonesia mendesak Komnas HAM untuk turun tangan. “Periksa seluruh pihak terkait, umumkan temuan dan rekomendasi, serta kawal tindak lanjut sampai ada pertanggungjawaban yang nyata,” tandasnya.





