Politik

Gabungnya Jokowi ke PSI Tandai Perpisahan dengan Prabowo

Jakarta, Maret.id — Langkah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat politik.

Namun, pengamat politik Hendri Satrio menilai bahwa Jokowi mulai mengukir jalur politiknya sendiri di tengah dinamika yang berkembang. “Apakah kemudian ini tandanya dia pisah jalan dengan Prabowo? Saya tidak ingin mengatakan pisah jalan, tapi dia sedang membangun jalannya sendiri, jalannya yang baru,” tuturnya.

Hensa juga menyoroti pernyataan Jokowi mengenai posisinya di PSI pada September 2026. Menurutnya, langkah itu muncul bersamaan dengan pembicaraan tentang ambang batas parlemen yang mempersempit ruang gerak politik Jokowi. “Ini karena dia merasa terisolasi. Menurut catatan saya, dia merasa terisolasi, ditinggalkan,” kata Hensa.

Ia menegaskan bahwa dengan memperlihatkan dukungannya kepada PSI, Jokowi berupaya menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kekuatan politik yang diakui. “Dia merasa ingin dilihat sebagai kekuatan baru yang tidak bisa dianggap remeh,” imbuhnya.

Founder lembaga survei Kedai Kopi itu menilai langkah Jokowi untuk bergabung dengan PSI menegaskan posisi partai tersebut sebagai kekuatan politik yang harus diperhitungkan. “Dengan Pak Jokowi mengumumkan dia menjadi anggota PSI, maka dia mengumumkan bahwa jangan remehkan kekuatan baru ini,” pungkas Hensa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button