Politik

Syaifuddin Ajak Warga dan RT

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi warga di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya deteksi dini agar warga yang memerlukan bantuan tidak terlewatkan.

Ajakan ini disampaikan setelah Syaifuddin menemukan kondisi memprihatinkan keluarga Ibu Tomo di kawasan Pakal Timur Baru, Kelurahan Pakal. Keluarga tersebut hidup di rumah yang tidak layak huni, dan Ibu Tomo mengalami gangguan kejiwaan serta kebiasaan menimbun sampah di dalam rumah.

Situasi tersebut mengakibatkan sampah digunakan untuk memasak selama waktu yang cukup lama. Suami Ibu Tomo sendiri tidak bekerja, sehingga kebutuhan ekonomi keluarga bergantung pada anak mereka yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

Syaifuddin, yang akrab disapa Kaji Ipuk, mengunjungi rumah tersebut bersama istrinya, Umik Herlina, setelah mendapatkan laporan saat mengikuti agenda reses pada Kamis (1/10/2026). “Saya ke lokasi rumahnya langsung. Sangat tidak layak. Rumahnya bau sampai saya harus pakai masker,” tegas Syaifuddin.

Ia menambahkan bahwa situasi yang dihadapi keluarga Ibu Tomo menunjukkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan. RT dan RW, menurutnya, adalah pihak yang paling dekat dengan warga, sehingga seharusnya menyadari jika ada tetangga membutuhkan bantuan.

“Maria kita saling peduli. Kami akan kawal. Ayo tugas kita semua mendorong terutama RT, RW makin peduli dan peka dengan tonggo (tetangga) kanan kiri,” sambung Syaifuddin. Ia mengingatkan agar tidak ada warga yang membutuhkan bantuan malah terabaikan.

“Ojo sampek (jangan sampai) wargane Ketua DPRD kondisi perlu dibantu gak eroh (tidak tahu) atau terlewatkan,” imbuhnya. Setelah meninjau kondisi tersebut, Ipuk memastikan rumah Ibu Tomo akan dimasukkan dalam program Dandan Omah atau bedah rumah.

Meskipun awalnya ada penolakan dari Ibu Tomo, setelah diberikan pengertian, program tersebut akhirnya dapat diproses. Agar masalah sosial dan kondisi rumah dapat ditangani bersamaan, Ipuk juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Kurang dari 24 jam setelah kunjungan tersebut, petugas dari Dinsos menjemput Ibu Tomo untuk mendapatkan perawatan di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) pada Jumat (2/10/2026). Langkah ini diharapkan memperlancar proses renovasi rumah sekaligus memastikan Ibu Tomo mendapat perawatan yang diperlukan.

Ipuk kembali menyerukan kepada masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap kondisi tetangga. Ia meminta warga segera melaporkan jika menemukan orang yang membutuhkan bantuan melalui RT dan RW agar dapat diteruskan kepada pemerintah.

Menurutnya, Pemkot Surabaya memiliki beragam program intervensi yang dapat dimanfaatkan warga, mulai dari beasiswa, bedah rumah, hingga bantuan sosial. “Laporkan ke RT dan RW. Pemkot Surabaya punya banyak program intervensi untuk warganya. Ada beasiswa, bedah rumah, bansos, dan lainnya. Saya akan mengawal betul sampai hak warga terpenuhi,” tegas Syaifuddin yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button