Iran: Pengaruh Houthi di Bab al

Jakarta, Maret.id — Iran menyatakan bahwa meningkatnya pengaruh kelompok Houthi di perairan Selat Bab al-Mandeb merupakan bagian dari kemunduran pengaruh Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu diungkapkan oleh Mojtaba Khamenei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran yang diwakili oleh Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, yang menyebut perkembangan tersebut sebagai tanda “kekalahan” AS dan menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai sosok yang “irasional”.
Klaim Iran tentang Posisi AS
Safavi menilai bahwa Amerika Serikat gagal mengatur keamanan regional meski telah mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk pangkalan militer dan pembelian persenjataan. Ia menilai bahwa investasi militer besar-besaran tidak otomatis menjamin stabilitas atau pengaruh politik di Teluk dan sekitarnya.
Kondisi di Bab al-Mandeb
Bab al-Mandeb kembali menjadi fokus ketegangan karena posisinya yang strategis menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden serta menjadi jalur penting perdagangan internasional. Gangguan keamanan di perairan ini berpotensi mengganggu lalu lintas kapal niaga dan rantai pasok global, termasuk pasokan energi untuk beberapa negara.
Klaim Pengambilalihan oleh Pasukan Yaman
Pemerintah Yaman yang diakui internasional mengumumkan klaim telah menguasai kembali Distrik Dhubab dan sejumlah posisi strategis di sekitar Bab al-Mandeb. Pernyataan itu disampaikan menyusul operasi militer besar yang diluncurkan untuk merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok Houthi.
Bantahan dari Houthi
Kelompok Houthi menanggapi dengan bantahan, mengatakan pihaknya belum kehilangan kendali atas wilayah maupun posisi-posisi strategis yang disebut telah direbut. Ketidakpastian di lapangan menimbulkan kesulitan verifikasi independen atas klaim kedua belah pihak.
Potensi Eskalasi dan Dampak Regional
Perkembangan ini menambah lapisan risiko dalam konflik berkepanjangan antara pemerintah Yaman dan Houthi, yang telah berdampak luas pada keamanan maritim dan kemanusiaan kawasan. Pengamat menyatakan bahwa setiap peningkatan operasi militer di kawasan sempit seperti Bab al-Mandeb berisiko memicu respons militer dari aktor-aktor regional dan internasional.
Respon Komunitas Internasional
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi berskala luas dari Dewan Keamanan atau aliansi besar mengenai klaim terbaru di Dhubab. Pihak-pihak yang berkepentingan di kawasan diharapkan meningkatkan mekanisme diplomasi untuk mencegah gangguan jalur pelayaran internasional.
Catatan Keamanan dan Perdagangan
Bab al-Mandeb tetap menjadi titik kritis bagi pelayaran internasional, sehingga stabilitasnya penting bagi pengiriman barang dan energi global. Para pelaku industri pelayaran dan asuransi internasional memantau perkembangan dengan cermat karena setiap gangguan dapat meningkatkan biaya operasional dan waktu tempuh.
Kesimpulan Sementara
Klaim penguasaan wilayah oleh pemerintah Yaman dan bantahan dari kelompok Houthi menunjukkan kondisi yang masih cair dan berisiko eskalasi. Sementara itu, pernyataan dari pejabat Iran mencerminkan narasi geopolitik yang menilai adanya perubahan keseimbangan pengaruh di Teluk dan sekitarnya.
Kontak dan verifikasi lapangan masih diperlukan untuk mengonfirmasi klaim-klaim di atas, sementara aktor regional dan internasional diharapkan menahan diri dan memperkuat upaya diplomasi untuk mencegah gangguan yang lebih luas di jalur pelayaran strategis tersebut.





