Politik

Zulham Desak Tugu Tirta Bangun Embung atasi Krisis Air Petani

Jakarta, Maret.id — Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarok, menekankan pentingnya Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang untuk bertanggung jawab atas krisis air irigasi yang dikeluhkan oleh petani di Kecamatan Tumpang. Ia mendorong agar infrastruktur penampungan air dibangun, baik melalui embung maupun sumur artetis, demi menjaga pasokan air untuk pertanian.

Desakan ini disampaikan setelah Zulham mengunjungi petani yang tergabung dalam Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA). Hal ini terjadi saat ia melakukan inspeksi mendadak ke sumber mata air Sumberpitu di Desa Duwet Krajan. Menurutnya, hilangnya pasokan air dari Sumberpitu sangat berdampak terhadap kebutuhan irigasi pertanian.

“Petani khawatir mengalami kekeringan dan gagal panen karena aliran air yang biasa digunakan untuk sawah tidak lagi mencukupi,” tutur Zulham. Ia telah mengikuti perkembangan persoalan Sumberpitu sejak sebelum menjabat sebagai anggota dewan.

“Karena itu, saya memahami keluhan petani yang ingin ketersediaan air untuk pertanian terjamin,” imbuhnya. Zulham mengungkapkan bahwa data menunjukkan debit air dari Sumberpitu yang pada 2015 mencapai 1.600 meter kubik per detik kini mengalami penurunan yang signifikan.

Ia mencurigai bahwa penampungan air oleh Perumda Tugu Tirta di area sekitar sumber memengaruhi aliran air ke saluran irigasi. “Dampaknya, dua embung untuk pertanian telah mengering dan tidak berfungsi selama bertahun-tahun,” kritiknya.

Zulham meminta agar penanganan masalah ini tidak hanya fokus pada layanan air minum, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan pertanian masyarakat. Ia mengusulkan pembangunan embung sebagai solusi penyimpanan air untuk mendukung lahan pertanian terdampak.

Apabila pembangunan embung tidak dapat dilakukan, Zulham menyarankan agar sumur artetis dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan air, terutama di musim kemarau. “Penyelesaian masalah Sumberpitu memerlukan komitmen semua pihak agar layanan air minum dan keberlangsungan pertanian dapat ditangani dengan proporsional,” tegasnya.

Zulham menyoroti pentingnya dialog dan penyusunan solusi yang jelas untuk menangani aspirasi petani. Ia berharap persoalan distribusi air di Sumberpitu tidak berlarut-larut dan mengancam produktivitas pertanian serta penghidupan masyarakat Tumpang.

“Ketersediaan air irigasi adalah kebutuhan mendasar bagi petani. Penanganan krisis air di kawasan ini harus menjadi perhatian bersama,” tutur Zulham.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button