Alex Rins Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Acung Jari Tengah ke Marshal MotoGP Mandalika

Jakarta, Maret.id — Pada tanggal 10 Oktober 2026, pembalap MotoGP Alex Rins menerima ancaman pembunuhan melalui akun media sosialnya. Ancaman tersebut muncul setelah insiden di mana Rins mengacungkan jari tengah kepada marshal sirkuit MotoGP Mandalika.
Melalui akunnya di X, Rins menjelaskan bahwa ancaman itu timbul setelah video mengenai gestur tersebut beredar luas. Insiden itu terjadi saat ia berusaha kembali ke paddock setelah terjatuh pada sesi free practice yang berlangsung pada hari Jumat, 9 Oktober.
Dalam rekaman tersebut, terlihat para marshal berusaha membantunya kembali ke paddock dengan cepat, sementara Rins bergegas karena mengejar waktu. Dia kemudian mengungkapkan bahwa sejak peristiwa itu, ia menerima berbagai komentar, baik positif maupun negatif, di media sosial.
“Saya ingin mengklarifikasi kejadian kemarin setelah saya terjatuh. Terjadi kesalahpahaman dengan seorang marshal saat saya berusaha kembali ke pit box,” tulis Rins. “Situasi saat itu sangat menegangkan dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan,” tambahnya.
Rins juga menyampaikan permohonan maaf atas gestur yang ditunjukkannya. “Hal itu tidak pantas, terutama mengingat ada banyak penggemar muda yang menyaksikan kami,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa dirinya menghargai pekerjaan para marshal di sirkuit.
Namun, ia juga tidak menampik bahwa ia telah menerima komentar yang sangat serius terkait ancaman kematian dan kekerasan. “Saya mengerti mengapa orang-orang merasa kesal dengan reaksi saya, tetapi ancaman dan caci maki sama sekali tidak dapat dibenarkan,” katanya.
“Saya bertanggung jawab atas kesalahan saya dan kita semua bisa berbuat salah,” ungkap Rins menekankan pentingnya tanggung jawab pribadi dalam situasi tersebut.
Reaksi dari komunitas sepak bola di Indonesia beragam, dengan banyak penggemar yang mengekspresikan dukungan kepada Rins. “Kami berharap Alex bisa belajar dari pengalaman ini dan menjadi lebih bijak ke depannya,” kata salah satu penggemar setia MotoGP di Jakarta.





