Politik

Sampah Sungai Ancam Banjir, Ketua DPRD Kota Malang Dukung Trash Boom

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendorong Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan penanganan sampah sungai. Hal ini termasuk pemasangan trash boom dan edukasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga.

Amithya, yang akrab disapa Mia, menegaskan bahwa penanganan sampah di sungai tidak bisa hanya依赖 pada pembersihan manual. Diperlukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari penumpukan sampah plastik dan limbah domestik yang mencemari aliran sungai.

Salah satu langkah yang didorong adalah pemasangan trash boom, yang berfungsi sebagai penghalang untuk mengumpulkan sampah agar tidak terbawa arus sungai. “Pemasangan trash boom sangat penting untuk mencegat sampah di aliran sungai. Namun, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat juga sangat krusial,” tutur Mia.

Menurut Mia, perubahan perilaku masyarakat harus sejalan dengan penggunaan teknologi. Tanpa kesadaran untuk memilah dan membuang sampah pada tempatnya, upaya pembersihan sungai bisa gagal menyelesaikan masalah secara menyeluruh.

Mia juga menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari sumbernya agar volume limbah yang berpotensi masuk ke sungai dapat ditekan.

Sinergi lintas wilayah dan perangkat daerah juga dianggap penting dalam menangani isu ini. Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, hingga pengurus RT/RW harus terlibat dalam pengawasan dan penguatan pengelolaan sampah di kawasan permukiman, sambung Mia.

Penyediaan sarana pemilahan sampah yang memadai juga menjadi perhatian. Hal ini penting agar masyarakat memiliki alternatif pengelolaan limbah yang lebih baik, sehingga tidak membuangnya ke sungai.

Mia berharap langkah-langkah preventif ini dapat diintegrasikan dalam program kerja Pemkot Malang. Dengan dukungan teknologi, edukasi masyarakat, pengawasan, dan penyediaan sarana pengelolaan sampah, diharapkan penanganan pencemaran sungai di Kota Malang dapat berlangsung lebih sistematis dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button