Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Catat Alokasi Belanja APBD 2027

Jakarta, Maret.id — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan catatan penting terkait rancangan APBD 2027. Fokus utama laporan tersebut adalah komposisi belanja tidak terduga dan belanja modal.
Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudi, menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD Sumenep pada Selasa (13/10/2026). Dia menyoroti alokasi belanja tidak terduga yang mencapai Rp119,60 miliar, angka yang lebih besar dibanding belanja modal yang direncanakan sebesar Rp101,18 miliar.
“Komposisi antara belanja tidak terduga dan belanja modal perlu dijelaskan agar pengalokasian belanja daerah dapat dipahami secara menyeluruh,” tegas Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan fungsi belanja tidak terduga untuk mengatasi kebutuhan mendesak. Sementara itu, belanja modal sangat vital untuk pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain komposisi belanja, Fraksi PDI Perjuangan juga memperhatikan proyeksi pendapatan daerah yang mencapai Rp1,89 triliun, sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,99 triliun. Selisih ini menghasilkan defisit anggaran sebesar Rp96,03 miliar.
Defisit tersebut diharapkan ditutup melalui pembiayaan netto yang seimbang. Wahyudi mengapresiasi rencana pembiayaan pemerintah daerah untuk menutupi defisit ini.
“Kami berharap kemampuan daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus berkembang,” imbuh Wahyudi.
Dia menegaskan dukungan Fraksi PDI Perjuangan terhadap upaya memajukan Kabupaten Sumenep dan berharap daerah dapat lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pembangunan melalui peningkatan PAD.





