Dunia

Aramco Peringatkan Cadangan Minyak Dunia Menyusut, Waspada Lonjakan Harga Energi!

Jakarta, Maret.id — Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco Amin H. Nasser memperingatkan kondisi persediaan minyak mentah global kini berada pada titik yang sangat rentan dan berisiko tinggi saat berbicara pada Kongres Energi Dewan Perminyakan Dunia ke-25 di Riyadh pada 13 Oktober 2026.

Cadangan Komersial di Ambang Bahaya

Nasser menyatakan cadangan minyak komersial yang tersimpan di fasilitas darat kini dilaporkan berada jauh di bawah angka enam miliar barel.
Ia menggambarkan volume itu sebagai “penyangga terakhir yang tersedia” yang kini sebagian besar dalam kondisi terkunci sehingga tidak mudah diakses untuk memenuhi lonjakan permintaan.

Gangguan di Selat Hormuz Memperparah Tekanan

Menurut Nasser, tekanan berat pada rantai pasokan energi global dipicu oleh gangguan di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting.
Kondisi pelik ini menyebabkan ketersediaan minyak di pasar internasional semakin menipis dan memperbesar risiko volatilitas harga.

Waktu Pemulihan Diperkirakan Lama

Nasser memperingatkan bahwa tekanan di sepanjang rantai pasokan energi kemungkinan akan terus meningkat sampai jalur perkapalan di Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya dan kepercayaan pasar pulih.
“Pengisian kembali persediaan sambil memenuhi permintaan dapat memakan waktu hingga dua tahun,” tegasnya saat menyampaikan analisis risiko dan prospek pasokan.

Strategi Ekspansi Energi Saudi Aramco

Di tengah bayang-bayang krisis pasokan global, Saudi Aramco tetap melanjutkan strategi ekspansi jangka panjang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan energi.
Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi gas untuk penjualan hingga sekitar 80 persen pada 2030 dibandingkan tingkat produksi 2021 sebagai salah satu langkah mengimbangi lonjakan kebutuhan energi dunia.

Insiden Keamanan dan Dampak Sipil

Eskalasi pertempuran yang memengaruhi kawasan turut berdampak langsung di dalam wilayah Arab Saudi ketika puing dua rudal jelajah yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di ibu kota Riyadh.
Insiden itu merusak 15 rumah warga dan melukai empat orang, termasuk dua wanita dan seorang anak, menurut laporan otoritas sipil setempat.

Sasaran Infrastruktur Energi

Selain dampak terhadap warga sipil, serangan dilaporkan juga menyasar fasilitas industri vital ketika gedung administrasi Saudi Aramco di Dhahran, Provinsi Timur, terkena serangan yang memicu kebakaran.
Koalisi pertahanan menyatakan telah mencegat gelombang rudal dan drone di wilayah timur dan selatan Arab Saudi, termasuk satu rudal balistik yang diduga membidik pusat administrasi di Kegubernuran Al-Ahsa.

Dampak gabungan dari tekanan pasokan, gangguan jalur pelayaran strategis, dan insiden keamanan domestik menambah ketidakpastian bagi pasar energi global.
Pengamat memperingatkan bahwa kembalinya stabilitas memerlukan koordinasi internasional yang erat serta waktu untuk mengembalikan tingkat persediaan yang aman.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button