Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru untuk Panggung Dunia PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14, ditargetkan untuk bersaing di panggung dunia. Acara yang termasuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) ini, akan menampilkan konsep glow in the dark dengan ribuan penari yang seolah menyala di bawah temaram Pantai Boom, Banyuwangi.
“Kami bekerja sama dengan InJourney untuk menyajikan Gandrung Sewu yang naik kelas. Kami menyajikannya dengan konsep baru agar bisa dikenal di panggung dunia,” tutur Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, pada konferensi pers di TMII, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ipuk menjelaskan bahwa gelaran Gandrung Sewu 2026 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diadakan pada siang hari. Pertunjukan kali ini direncanakan berlangsung pada malam hari, di mana para penari akan menggunakan instrumen khusus untuk memancarkan warna-warni cerah.
“Gandrung Sewu, bagi kami, tidak hanya sebatas wisata. Tapi, ini adalah keluhuran budaya kami. Kami wariskan nilai pada generasi muda, sekaligus mengenalkannya pada dunia,” imbuh Ipuk, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
Keinginan untuk meningkatkan Gandrung Sewu juga didukung oleh InJourney. Hal ini dinyatakan oleh Direktur Utama InJourney, Maya Watono.
“Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” kata Maya.
InJourney, yang merupakan perusahaan di bawah Danantara, berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Fokusnya adalah pada daerah yang memiliki konektivitas penerbangan, termasuk Banyuwangi.
“InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” terangnya.
Pagelaran Gandrung Sewu yang mengusung tema kembang darmo ini dijadwalkan akan dihelat pada malam hari, 24 Oktober mendatang. Acara kolosal ini akan melibatkan 1.300 penari, termasuk peserta dari luar kota.





