Kerusuhan di Prancis Memicu Waspada Pasar Saat Macron Lanjutkan Kunjungan Teluk!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan akan melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk pekan ini meskipun negaranya tengah dilanda unjuk rasa berskala besar yang berujung kerusuhan.
Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung dari Senin hingga Rabu dan mencakup Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Kunjungan untuk Menjamin Pasokan Energi
Macron mengatakan tujuan utama perjalanan adalah membahas pasokan bahan bakar dan gas untuk meredam gejolak di pasar energi yang berdampak pada kenaikan harga domestik.
Dalam pernyataan yang disiarkan dari Istana Elysee pada Minggu, 18 Oktober 2026, ia menegaskan telah mengambil inisiatif di tingkat internasional untuk memastikan pasokan energi bagi Prancis.
Dia menjelaskan upaya diplomatik tersebut bagian dari respon terhadap kekhawatiran publik soal biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar.
Macron menegaskan kunjungan ke negara-negara Teluk akan diikuti oleh pembicaraan teknis dan kesepahaman terkait ekspor energi.
Unjuk Rasa Meluas dan Bentrokan
Protes menentang kenaikan biaya hidup dan harga-harga pokok semakin meluas di berbagai kota di Prancis dan memicu bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Aksi massa disertai tindakan penjarahan, vandalisme, pembakaran halte bus, serta perusakan etalase toko dan kendaraan.
Pihak berwenang setempat menerapkan tindakan pengamanan termasuk penggunaan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan kerumunan perusuh.
Insiden- insiden tersebut menyebabkan gangguan lalu lintas dan menutup sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah yang terdampak.
Angka Penahanan dan Korban
Otoritas Prancis melaporkan lebih dari 2.000 orang telah ditahan terkait demonstrasi, sementara ratusan anggota aparat penegak hukum dan petugas pemadam kebakaran mengalami luka.
Data yang dirilis oleh pihak keamanan menunjukkan sekitar lebih dari 600 personel terluka dalam kerusuhan ini.
Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai ratusan ribu orang secara nasional, dengan sekitar 110.000 orang dilaporkan turun ke jalan di Paris.
Skala protes yang besar menimbulkan tekanan politik signifikan terhadap pemerintah Macron menjelang pembicaraan internasionalnya.
Sebuah foto yang beredar menampilkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menandai hubungan bilateral yang tetap aktif meski situasi domestik Prancis sedang bergejolak.
Para pengamat menyatakan komitmen diplomatik Macron untuk menjamin pasokan energi perlu diseimbangkan dengan upaya meredakan ketegangan domestik agar situasi dalam negeri stabil menjelang pembicaraan internasional.
Dampak jangka pendek dari protes terhadap distribusi bahan bakar dan harga energi menjadi perhatian pasar regional, sementara pemerintah Prancis menghadapi tantangan politik untuk merespons tuntutan pengunjuk rasa tanpa mengabaikan kebutuhan strategis negara.
Kunjungan Macron ke negara-negara Teluk diprediksi akan menjadi momen penting untuk merundingkan pasokan dan menciptakan mekanisme cadangan yang dapat menurunkan tekanan harga bagi konsumen Prancis.





