Elon Musk Buka Peluang Merger SpaceX dan Tesla, Memanas Pasar Saham Global!

Jakarta, Maret.id — Elon Musk menyebut kemungkinan penggabungan antara SpaceX dan Tesla sebagai langkah strategis yang kini dibahas oleh komite khusus di kedua perusahaan dan memicu lonjakan saham di pasar setelah jam perdagangan. Pernyataan itu diikuti kenaikan nilai saham SpaceX sekitar 8% dan kenaikan saham Tesla sekitar 1,8% dalam perdagangan setelah jam reguler.
Musk mengatakan penggabungan berpotensi memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI), desain cip, robotika, konektivitas, dan teknologi antariksa. Ia menegaskan keputusan akhir masih bergantung pada rekomendasi komite khusus dari masing-masing perusahaan.
Pembahasan komite khusus
Komite khusus yang terdiri dari direktur independen dibentuk atas permintaan pemegang saham untuk menilai persyaratan transaksi dan memberikan rekomendasi formal. Musk menyatakan dirinya tidak ikut serta langsung dalam pembahasan karena adanya potensi konflik kepentingan.
Pembicaraan antara kedua perusahaan telah berlangsung beberapa pekan terakhir dan memicu spekulasi soal kemungkinan pengambilalihan atau penggabungan yang lebih luas. Sumber-sumber yang mengikuti perkembangan menyebut Tesla melibatkan bank investasi untuk memberikan nasihat terkait pembahasan tersebut.
Kinerja keuangan SpaceX
SpaceX melaporkan lonjakan pendapatan kuartal ketiga 2026 sebesar 161% menjadi US$14,58 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan dari bisnis AI naik hampir sepuluh kali lipat menjadi sekitar US$7,56 miliar, sebagian besar berasal dari penyewaan kapasitas pusat data kepada pengembang teknologi AI.
Perusahaan juga mencatat laba bersih US$4,4 miliar pada kuartal tersebut, berbalik dari rugi bersih US$1,1 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, dan melampaui estimasi analis yang diperkirakan sekitar US$1,57 miliar. Selain unit AI, layanan internet satelit Starlink turut menjadi penopang pertumbuhan.
Starlink mencapai 13,6 juta pelanggan pada kuartal ketiga 2026, melampaui proyeksi analis sekitar 12,19 juta pelanggan. Namun, pendapatan rata-rata per pelanggan menurun menjadi US$69 dari US$99 pada 2023, dipengaruhi ekspansi ke pasar internasional dengan paket layanan yang lebih terjangkau.
Tantangan investasi dan proyeksi ke depan
Meskipun pendapatan dan laba meningkat, SpaceX menghadapi kebutuhan investasi besar dengan belanja modal yang hampir tiga kali lipat menjadi US$19,6 miliar pada kuartal ketiga dan proyeksi belanja modal mencapai US$35 miliar hingga US$40 miliar pada kuartal keempat. Pengembangan roket Starship yang dapat digunakan kembali tetap menjadi proyek strategis jangka panjang perusahaan.
SpaceX bersama Tesla juga mengembangkan proyek manufaktur cip bernama Terafab dengan target cip uji pertama sekitar Mei atau Juni 2027 dan produksi massal yang direncanakan mulai kuartal ketiga 2028. Musk memproyeksikan SpaceX dapat mencapai pendapatan berulang tahunan antara US$500 miliar hingga US$1 triliun pada akhir 2027 jika rencana pertumbuhan berjalan sesuai target.
Musk diketahui memegang hampir seperlima saham Tesla dan hampir separuh kepemilikan di SpaceX, sehingga potensi merger bisa memperkuat kendali atas entitas gabungan. Namun, struktur transaksi dan persyaratan akhir masih dalam pembahasan intensif oleh komite-komite yang ditunjuk, dan tidak ada jaminan bahwa kesepakatan akan tercapai.





