Malaysia Siap Bela Rakyatnya terkait Kabut Asap Lintas Batas, Hubungan Regional Memanas!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia, Syed Ibrahim Syed Noh, menegaskan bahwa Malaysia menghormati kedaulatan setiap negara terkait isu kabut asap namun tetap berkewajiban membela hak warga Malaysia yang terdampak pencemaran lintas batas. Pernyataan itu disampaikan Syed Ibrahim saat menjawab pertanyaan anggota parlemen dalam sidang di Kuala Lumpur.
Tiga Pendekatan Pemerintah Malaysia
Pemerintah Malaysia mengungkapkan tiga pendekatan utama dalam upaya penanggulangan kabut asap lintas batas, yakni penguatan diplomasi regional, koordinasi bantuan operasional, dan kerja sama strategis jangka panjang. Ketiga pendekatan tersebut dirancang untuk bersinergi dalam pencegahan, pemantauan, dan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap lintas negara.
Penguatan Diplomasi Regional dan Mekanisme ASEAN
Dalam aspek diplomasi regional, Malaysia menegaskan komitmen kerja sama dengan Indonesia melalui kesepakatan ASEAN tentang polusi asap lintas negara (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution/AATHP) sebagai kerangka utama. Syed Ibrahim menyebutkan bahwa komitmen ini mendapat penguatan pada pertemuan ke-27 Sub-Regional Ministerial Steering Committee (MSC) mengenai pencemaran kabut asap lintas negara yang digelar di Bali, Indonesia, pada Juli 2026, dengan tujuan mewujudkan aspirasi kawasan bebas kabut asap menjelang 2030.
Dukungan Operasional dan Penawaran Bantuan
Malaysia menyatakan kesediaan memberikan bantuan operasional termasuk operasi pemadam kebakaran udara, penggunaan pesawat amfibi, serta program pembenihan awan untuk mengurangi potensi kebakaran dan dampak asap. Tawaran bantuan resmi dilayangkan pada 9 September 2026, sementara Pemerintah Indonesia tercatat memberi persetujuan penggunaan ruang udara melalui surat tertanggal 14 Agustus 2026 jika diperlukan pelaksanaan operasi pembenihan awan di kawasan perbatasan kedua negara.
Para pemimpin kedua negara juga telah melakukan kontak langsung untuk membahas langkah-langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan serta mitigasi kabut asap. Pemerintah Indonesia menyetujui menerima tawaran bantuan Malaysia untuk menangani kebakaran yang terjadi di wilayah Kalimantan dan Sumatera, dan saat ini penyelarasan teknis serta logistik sedang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait.
Memperkuat Kerja Sama Strategis Jangka Panjang
Untuk mencegah terulangnya krisis yang sama di masa datang, Malaysia dan Indonesia sepakat menyoroti rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim. Kerja sama strategis ini akan memfokuskan pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pertukaran informasi data titik panas (hotspot), penentuan kawasan berisiko, serta penyelarasan tindakan awal untuk mencegah eskalasi kebakaran yang menyebabkan kabut asap lintas negara.
Langkah Teknis dan Koordinasi Antarlembaga
Dalam pelaksanaannya, langkah teknis mencakup pertukaran data penginderaan jauh, koordinasi penggunaan sarana udara dan pembagian peran dalam operasi lapangan, serta pengembangan kapasitas penanggulangan kebakaran pada level daerah. Penyelarasan tersebut diharapkan meminimalkan penundaan respons dan meningkatkan efektivitas intervensi saat kebakaran terdeteksi.
Komitmen Diplomatik dan Tanggung Jawab Kawasan
Syed Ibrahim menekankan bahwa diplomasi dan kerja sama bilateral akan terus diperkuat dengan semangat negara tetangga, kebersamaan, dan kebertanggungjawaban kawasan ASEAN. Pernyataan itu menegaskan bahwa selain tindakan operasional, upaya jangka panjang melalui kebijakan, regulasi, dan kolaborasi ilmiah menjadi kunci mengatasi tantangan lintas batas yang kompleks ini.
Pemerintah Malaysia mengatakan akan terus memelihara komunikasi tingkat tinggi dengan Jakarta untuk memastikan bantuan yang ditawarkan dapat diberikan secara cepat dan terkoordinasi. Dengan penekanan pada prinsip saling menghormati kedaulatan serta perlindungan hak warga negara, kedua negara diharapkan mampu menanggulangi masalah kabut asap secara komprehensif.





