Kemlu Pastikan 49.000 Jemaah Umrah Aman, Waspada Dampak Ekonomi Timur Tengah!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan seluruh jamaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi dalam kondisi aman meskipun menghadapi eskalasi konflik bersenjata di kawasan tersebut.
Jumlah Jamaah dan Pernyataan Resmi
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan saat ini terdapat sekitar 49.000 jamaah umrah asal Indonesia yang berada di Arab Saudi dan semuanya dilaporkan aman. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kepastian kepada keluarga jamaah di tanah air.
Dampak pada Operasional Penerbangan
Heni menjelaskan serangkaian serangan oleh kelompok Ansar Allah atau Houthi dari Yaman sempat mengganggu operasional penerbangan, terutama di wilayah Riyadh. Meski demikian, kondisi di bandara internasional Jeddah dan Madinah dilaporkan kembali beroperasi normal setelah gangguan.
Data Pembatalan dan Penundaan
Menurut data yang disampaikan, tingkat pembatalan penerbangan di kedua bandara tersebut mencapai sekitar 7 persen. Sementara itu, tingkat penundaan tercatat sekitar 11 persen, angka yang kini terus dipantau oleh pihak berwenang dan maskapai.
Peran Konsulat dan Layanan Darurat
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menerapkan sistem piket siaga 24 jam di area bandara untuk memantau kelancaran layanan penerbangan dan memberikan bantuan kepada jamaah yang terdampak. Petugas konsuler juga membuka jalur komunikasi darurat untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar dan evakuasi jika diperlukan.
Kondisi WNI dan Pekerja Migran
Selain jamaah umrah, pemerintah juga memantau kondisi seluruh WNI termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menetap di Arab Saudi, dan memastikan mereka aman. Upaya komunikasi intensif dilakukan untuk memastikan akses terhadap bantuan konsuler dan informasi keselamatan.
Respons Terhadap Ancaman Keamanan
Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta maskapai penerbangan untuk menyesuaikan jadwal dan prosedur keselamatan penumpang. Langkah-langkah mitigasi termasuk penyesuaian rute, pengawasan area bandara, dan peningkatan patroli konsuler telah diberlakukan.
Imbauan bagi Calon Jamaah dan Keluarga
Kementerian Luar Negeri mengimbau calon jamaah umrah dan keluarga untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta maskapai yang bersangkutan sebelum melakukan keberangkatan. Warga juga diminta untuk selalu memperbarui kontak darurat dan mematuhi arahan petugas di lokasi.
Situasi di wilayah tersebut dinilai dinamis sehingga pengawasan dan koordinasi antarinstansi akan terus ditingkatkan hingga kondisi stabil. Pemerintah menegaskan prioritasnya pada keselamatan WNI dan kelancaran pelaksanaan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.





