Jember Kekurangan PPL, 170 Penyuluh Bantu 1.500 Kelompok Tani DPD PDIP Jatim

Jakarta, Maret.id — Jumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) di Kabupaten Jember dinilai tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan pendampingan petani. Dari sekitar 1.500 kelompok tani yang tersebar di 248 desa dan kelurahan, jumlah penyuluh yang tersedia hanya berkisar antara 160 hingga 170 orang.
Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menekankan bahwa keterbatasan penyuluh merupakan masalah yang harus segera diatasi. Hal ini untuk meningkatkan kelembagaan petani dan mengurangi isu distribusi pupuk bersubsidi.
“Cukup banyak kelompok tani yang ada. Jika semua terorganisir dengan baik, saya yakin permasalahan pupuk dapat berkurang,” kata Candra melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (24/10/2026).
Candra menegaskan pentingnya ketersediaan PPL agar mampu menjangkau seluruh wilayah administratif Jember. Dengan total 248 desa dan kelurahan, kebutuhan penyuluh jauh dari ideal.
“Ketersediaan PPL di Kabupaten Jember saat ini masih belum memenuhi harapan. Seharusnya, PPL dapat menjangkau setiap desa yang ada,” tegasnya, menambahkan bahwa ia berasal dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember.
Dengan hanya 160 hingga 170 penyuluh, Jember membutuhkan lebih banyak personel untuk mencapai rasio satu penyuluh per desa. Namun, satu desa sering kali memiliki beberapa kelompok tani yang memiliki kebutuhan pendampingan yang berbeda.
Candra menilai terbatasnya jumlah penyuluh telah mempengaruhi pembinaan kelompok tani yang optimal. Pendampingan sangat diperlukan untuk memperkuat administrasi organisasi dan perbaikan pendataan kebutuhan pupuk.
“Namun hingga saat ini, masih terdapat sekitar 160 hingga 170 penyuluh yang bertugas, sehingga peran mereka kurang optimal,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sedang merencanakan penambahan penyuluh untuk memenuhi tingkat kebutuhan tersebut. Namun, upaya ini dihadapkan pada masalah kewenangan karena pengelolaan tenaga penyuluh melibatkan pemerintah pusat.
“Pemkab Jember memiliki rencana untuk menambah jumlah PPL, meskipun hal ini juga harus dibicarakan dengan pemerintah pusat,” tutur Candra.
Kekurangan penyuluh di Kabupaten Jember semakin membuka persoalan mendasar bagi sektor pertanian. Tantangan utama ini adalah memastikan bahwa ribuan kelompok tani mendapatkan pendampingan yang memadai, sementara tenaga yang ada masih jauh dari mencukupi.





