Nasional

SIAP

Jakarta, Maret.id — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, banyak peternak mulai memasarkan hewan kurban. Salah satu hewan kurban yang menarik perhatian adalah sapi bernama Panjul, yang berasal dari Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Panjul Jadi Sapi Kurban Presiden

Momen spesial ini memunculkan cerita menarik bagi peternak lokal, Zamroni. Diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memilih Panjul sebagai hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. Dengan bobot mencapai 1,05 ton, sapi jenis Pegon Cross ini mendapatkan perawatan khusus agar tetap sehat menjelang hari penyembelihan.

Sape ini dirawat di Maqribie Farm, dan usai dibeli oleh Presiden, Panjul pun menjadi sorotan publik. Banyak orang yang tertarik untuk melihat sapi ini karena posturnya yang besar dan bulunya yang bersih mengilap.

Proses Pemilihan yang Ketat

Zamroni mengungkapkan kebanggaannya atas pemilihan Panjul. Ia tidak menyangka bahwa sapinya terpilih sebagai hewan kurban presiden. “Saya dapat info dari dinas bahwa Pak Presiden mau kurban dan Alhamdulillah saya beranikan diri dan diuji lolos semuanya,” ujarnya.

Sapi ini pernah mengalami masa sulit, di mana saat usia dua tahun, Panjul sempat tidak mau makan. Namun, berkat perhatian yang baik dari Zamroni, Panjul akhirnya kembali bersemangat untuk makan. Hal itulah yang membuatnya lebih terkenal dan siap menjadi hewan kurban.

Nilai Ekonomis Dan Kepedulian Sosial

Berdasarkan penimbangan terakhir pada bulan April, Panjul diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp120 juta. Zamroni merasa terharu melihat perkembangan Panjul dari kecil hingga kini dipercaya menjadi sapi kurban presiden.

Keberadaan sapi Panjul diharapkan tidak hanya memberikan makna spiritual bagi masyarakat yang merayakan Iduladha, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial Presiden terhadap komunitas dan keberlangsungan peternakan lokal. Zamroni berharap, dengan pengakuan ini, peternakan di daerahnya semakin dikenal dan berkembang.

Dengan semakin mendekatnya Hari Raya Iduladha, perhatian publik terhadap hewan kurban seperti Panjul menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini dalam budaya Indonesia. Diharapkan kedepan, lebih banyak inisiatif serupa dapat mendukung peternak lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkualitas dalam memilih hewan kurban.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button