Rusia Lanjutkan Proyek PLTN Iran, 200 Pekerja Siap November 2026 Memanas Sanksi!

Jakarta, Maret.id — Rosatom, perusahaan tenaga nuklir milik negara Rusia, berencana menambah personel konstruksi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr, Iran, menjadi 200 orang pada November 2026 untuk mempercepat pembangunan dua unit reaktor baru.
Penambahan Tenaga Kerja dan Jadwal Pembangunan
Direktur Jenderal Rosatom, Alexei Likhachev, menyatakan penambahan personel itu diperlukan agar proyek dapat memasuki tahap konstruksi sesuai rencana pada awal 2027.
Perusahaan menegaskan langkah tersebut adalah bagian dari upaya menjaga kelancaran proyek dalam kondisi operasi normal meskipun situasi regional masih rentan.
Evakuasi dan Latar Keamanan
Pada Februari 2026, ratusan pekerja proyek sempat dievakuasi setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pecah, sehingga menimbulkan gangguan terhadap aktivitas lapangan.
Likhachev mengakui bahwa kemungkinan eskalasi militer di kawasan tetap menjadi faktor yang diperhitungkan oleh Rosatom, namun perusahaan untuk saat ini memilih skenario optimistis dalam perencanaan kegiatan konstruksi.
Pernyataan Rosatom dan Langkah Antisipasi
“Peluang terjadinya eskalasi militer tentu dapat berdampak, kami sedang mempersiapkan berbagai langkah antisipatif, tetapi saat ini kami berpegang pada skenario optimistis,” kata Likhachev kepada wartawan.
Rosatom dilaporkan memperhitungkan prosedur keselamatan tambahan dan rencana darurat untuk mengurangi risiko terhadap personel serta infrastruktur kritikal selama fase konstruksi.
Respons Pemerintah Iran
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pemerintah berupaya mengakhiri kondisi yang digambarkan sebagai “bukan perang, bukan damai” demi stabilitas domestik dan regional.
Dalam rapat kabinet pada 28 Oktober 2026, Pezeshkian menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan arahan untuk membawa negara keluar dari kondisi tersebut dan pemerintah akan mengerahkan seluruh kapasitas yang tersedia untuk merealisasikannya.
Implikasi Politik dan Energi
Keputusan Rosatom melanjutkan pengerahan tenaga kerja di Bushehr mencerminkan keberlanjutan kerja sama energi antara Rusia dan Iran, yang juga memiliki dimensi geopolitik signifikan.
Namun, kelanjutan proyek nuklir sipil ini dipengaruhi oleh dinamika keamanan regional serta tekanan internasional yang berpotensi mempengaruhi jadwal, pembiayaan, dan keamanan operasional.
Potensi Dampak Lokal dan Internasional
Kembalinya pekerja konstruksi ke lokasi proyek diperkirakan akan membuka kembali lapangan kerja lokal dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar situs, sekaligus menuntut pengawasan keselamatan yang lebih ketat.
Di tingkat internasional, pengerjaan kembali unit reaktor di Bushehr akan diawasi oleh negara-negara dan lembaga yang berkepentingan terhadap non-proliferasi dan stabilitas kawasan, sehingga setiap perubahan situasi keamanan dapat memicu respons diplomatik.
Penjadwalan penambahan personel pada November 2026 dan target konstruksi awal 2027 menjadi indikator bahwa Rosatom dan pihak berwenang Iran tetap berupaya menjaga kelanjutan proyek nuklir sipil meski menghadapi ketidakpastian.
Pengembangan lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan serta keputusan politik dan teknis yang ditempuh oleh kedua negara dan mitra internasional terkait.





