Binance Diserang Hacker, Gempar 6,3 Miliar Dolar AS Aset Kripto Terdampak!

Jakarta, Maret.id — Bursa aset kripto Binance dilaporkan menjadi sasaran serangan siber besar dengan estimasi dampak mencapai sekitar 6,3 miliar dolar AS. Perusahaan menyebut penyusup diduga memanfaatkan laptop karyawan yang diretas untuk mengajukan penarikan tanpa izin melalui akses ke kontainer layanan.
Detil Serangan dan Temuan Awal
Penyelidikan awal menunjukkan seorang penyerang memperoleh akses ke kontainer layanan melalui laptop milik seorang insinyur DevOps yang telah dikompromikan. Binance menyatakan tidak menemukan bukti kebocoran kunci privat dompet dan menjamin akan menanggung semua kerugian melalui Secure Asset Fund for Users (SAFU) serta dana perusahaan.
Langkah Pengamanan dan Pembekuan Aset
Perusahaan mengonfirmasi telah bekerja sama dengan mitra blockchain untuk membekukan aset yang terdampak dan menyebut sekitar 3 miliar dolar AS telah dibekukan di blockchain hingga saat ini. Sebagai tindakan pencegahan, Binance menangguhkan sementara fungsi deposit dan penarikan serta mencabut otorisasi alamat yang terdampak sambil melakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh.
Respons Industri dan Upaya Penegakan
Penerbit stablecoin dan beberapa perusahaan teknologi blockchain disebut turut mengambil langkah untuk membekukan aset terkait insiden tersebut. Binance juga melibatkan aparat penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain untuk melacak, memulihkan dana, dan mengidentifikasi pelaku.
Perusahaan menginformasikan akan menerbitkan laporan teknis terperinci setelah proses investigasi selesai untuk menjelaskan titik kompromi dan langkah perbaikan. Pernyataan resmi menegaskan bahwa dana pelanggan aman meskipun proses pemulihan dan forensik masih berlangsung.
Kaitan dengan Aliran Dana Mencurigakan
Insiden ini muncul setelah deteksi transaksi mencurigakan yang melibatkan miliaran dolar aset digital yang ditransfer dari dompet yang terhubung ke Binance. Peneliti blockchain awalnya memperkirakan arus keluar mencapai 2,77 miliar dolar AS di beberapa jaringan, dan Binance kemudian mengonfirmasi bahwa aset senilai sekitar 2,54 miliar dolar AS telah dibekukan.
Konteks Serangkaian Pencurian Kripto
Peristiwa ini menambah deretan serangan besar terhadap aset kripto yang terjadi sepanjang tahun berjalan, termasuk pencurian pada beberapa platform yang mengakibatkan kerugian ratusan juta dolar. Kasus besar sebelumnya termasuk pembobolan pada beberapa bursa dan protokol yang memicu kekhawatiran berkelanjutan terkait keamanan infrastruktur kripto.
Jejak Regulasi dan Dampak Korporat
Kasus ini akan menjadi sorotan bagi regulator dan pelaku pasar seiring meningkatnya tekanan untuk memperkuat praktik keamanan dan tata kelola yang lebih ketat dalam industri. Sebelumnya, salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengaku bersalah pada 2023 atas pelanggaran undang-undang anti pencucian uang di AS, melepaskan posisi CEO, dan perusahaan menyetujui penyelesaian denda besar; kemudian Zhao mendapat pengampunan dari Presiden AS pada Oktober 2025.
Analisis kerentanan teknis dan langkah pemulihan yang sedang dilakukan akan menjadi kunci bagi kepercayaan pengguna dan stabilitas pasar aset kripto global. Pihak berwenang dan pelaku industri diperkirakan akan mempercepat koordinasi lintas yurisdiksi untuk mencegah dan menanggulangi serangan sejenis di masa mendatang.





