Manuver Novita Hardini: CSR Rp400 Juta untuk Budaya Dongko!

Jakarta, Maret.id — Upaya pelestarian budaya lokal di Kabupaten Trenggalek mendapat dukungan signifikan dari berbagai pihak. Melalui inisiatif Anggota DPR RI, Novita Hardini, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp400 juta untuk pengembangan fasilitas budaya di Kecamatan Dongko.
Dukungan untuk Pelestarian Budaya
Bantuan yang diterima oleh Lembaga Penggiat Budaya Kecamatan Dongko akan digunakan untuk pembangunan gapura dan pagar Lapangan Budaya yang terletak di Krajan, Desa Dongko. Novita Hardini menyatakan apresiasi yang mendalam atas komitmen BUMN dalam mendukung penguatan infrastruktur kebudayaan di daerah.
Dia menjelaskan bahwa Lapangan Budaya Dongko bukan sekadar ruang terbuka, melainkan menjadi pusat kreativitas dan pelestarian tradisi masyarakat setempat. “Pembangunan gapura dan pagar ini adalah langkah awal yang penting guna menciptakan suasana yang lebih aman dan representatif bagi pelaku seni dan masyarakat umumnya,” ungkap Novita pada keterangannya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Politisi PDI Perjuangan ini percaya bahwa investasi dalam sektor budaya dapat berkontribusi besar terhadap penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah. Menurutnya, pelestarian budaya berperan penting dalam menjaga identitas lokal serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Novita menambahkan, kolaborasi antara legislatif, BUMN, dan komunitas lokal merupakan kunci dalam mempercepat pembangunan berbasis budaya. “Kami akan memastikan program tanggung jawab sosial perusahaan menyasar sektor-sektor penting yang berdampak langsung pada komunitas, termasuk pelestarian identitas budaya bangsa,” tegasnya.
Harapan untuk Generasi Muda
Dalam kesempatan ini, Novita juga berharap pembangunan Lapangan Budaya Dongko akan memicu semangat generasi muda untuk melestarikan budaya lokal, khususnya budaya Jawa. Ia menginginkan, dengan adanya fasilitas budaya yang lebih baik, akan menarik wisatawan serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
“Kami berharap, dengan wajah baru Lapangan Budaya Dongko nanti, semangat generasi muda di Dongko dan sekitarnya untuk melestarikan budaya Jawa akan semakin kuat,” jelasnya. Kontribusi ini diharapkan tidak hanya membawa perubahan positif di lingkungan lokal, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata daerah.
“Dengan cara ini, kami yakin, pelaku UMKM pun akan mendapat manfaat yang signifikan dari keberadaan fasilitas yang representatif,” tutup Novita. Dengan langkah ini, diharapkan Trenggalek dapat terus menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal melalui kolaborasi yang sinergis.





