OPEC+ Pertahankan Tingkat Produksi Minyak, Waspada Gejolak Harga Energi!

Jakarta, Maret.id — Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang sering disebut OPEC+, memutuskan mempertahankan tingkat produksi minyak untuk Desember tanpa perubahan, menurut pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/11/2026).
Keputusan Bersama Setelah Pertemuan Virtual
Ketujuh negara peserta OPEC+ yang mengambil keputusan itu adalah Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, dan mereka mengumumkan keputusan tersebut seusai melakukan pertemuan virtual untuk meninjau kondisi serta prospek pasar energi global. Pernyataan resmi menyebut keputusan ini berlaku untuk periode Desember 2026 dan merupakan lanjutan dari kebijakan yang telah diberlakukan sebelumnya.
Rincian Kuota Produksi
Berdasarkan kesepakatan, tingkat produksi gabungan ketujuh negara tersebut akan dipertahankan sekitar 31,01 juta barel per hari untuk bulan Desember. Dalam pembagian kuota yang diumumkan, Arab Saudi ditetapkan pada 10,48 juta barel per hari, Rusia pada 9,95 juta barel per hari, dan Irak pada 4,43 juta barel per hari.
Pergerakan Produksi Sebelumnya
Sebelumnya, negara-negara peserta telah menambah output minyak secara bertahap setiap bulan dari April hingga September 2026 untuk merespons dinamika pasar. Pada bulan Oktober kenaikan itu dihentikan sementara dan untuk November mereka mempertahankan level produksi yang sama seperti sebelumnya.
Agenda Pertemuan Selanjutnya
OPEC menyampaikan bahwa kelompok negara peserta akan kembali menggelar pertemuan pada 29 November 2026 untuk meninjau kondisi pasar dan kemungkinan penyesuaian kebijakan. Jadwal tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memonitor keseimbangan pasokan dan permintaan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Keputusan menjaga level produksi untuk Desember menandai konsistensi langkah kebijakan yang diambil dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menegaskan koordinasi antara negara-negara produsen besar. Para pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau pertemuan lanjutan dan laporan pasokan demi mengantisipasi potensi dampak pada harga minyak dunia.





