Dunia

Inggris Pastikan Putin Tak Diundang ke KTT G20 Manchester 2027, Memanas Hubungan!

Jakarta, Maret.id — Walikota Greater Manchester Andy Burnham menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan diundang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang direncanakan berlangsung di Manchester pada November 2027.

Penolakan Kehadiran Putin

Keputusan ini didasarkan pada sanksi ekonomi dan langkah-langkah diplomatik yang masih diberlakukan oleh Inggris terhadap pejabat tinggi Kremlin sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Burnham menegaskan pada Kamis (5/11/2026) bahwa sanksi tersebut menjadi alasan utama sehingga Putin tidak akan hadir di perhelatan puncak itu.

Kebijakan ini juga dipandang sebagai kelanjutan dari sikap bilateral London sejak konflik meletus, yang menempatkan pembatasan terhadap perwakilan Rusia sebagai salah satu instrumen tekanan. Langkah Manchester itu sekaligus menunjukkan perbedaan kebijakan publik di antara beberapa negara anggota G20 terkait hubungan dengan Rusia.

Sikap Diplomatik Eropa

Penolakan terhadap keterlibatan delegasi Kremlin turut memperpanjang gelombang boikot dan penolakan diplomatik yang terjadi di tingkat Eropa. Dalam pertemuan menteri luar negeri G20 pada Oktober lalu, sejumlah diplomat Eropa memilih untuk menolak sesi foto bersama dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Selain itu, interaksi tingkat tinggi sempat memanas ketika salah satu tokoh politik Inggris secara terbuka mengkritik peran Rusia dalam konflik yang berlangsung. Insiden-insiden seperti itu memperlihatkan betapa tajamnya perbedaan sikap diplomatik di antara negara-negara anggota mengenai bagaimana menanggapi agresi bersenjata dan pelanggaran kedaulatan.

Agenda G20: Regulasi dan Keselamatan AI

Di luar isu geopolitik, Andy Burnham menekankan bahwa penyelenggaraan KTT G20 di Manchester akan dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk mendorong kesepakatan tata kelola dan keselamatan kecerdasan buatan (AI) pada tingkat global. Ia menilai bahwa pembahasan tentang regulasi AI menjadi prioritas yang harus mendapat perhatian para pemimpin dunia, termasuk dalam dialog dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan jajaran pemerintahan dari negara-negara besar.

Burnham memperingatkan bahwa tanpa upaya bersama, potensi risiko dari perkembangan teknologi yang tidak terkendali akan meningkat secara signifikan. “Jika kita tidak bertindak, risiko yang terjadi akhir-akhir ini akan semakin besar,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya memasuki pembahasan dengan tujuan yang jelas.

KTT G20 yang akan berlangsung selama dua hari dan dipusatkan di Manchester Central Convention Centre diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan diplomat, delegasi, serta para pemimpin dunia. Penyelenggaraan ini sekaligus menandai kali pertama Inggris menjadi tuan rumah KTT G20 sejak pertemuan puncak global yang digelar pada 2009.

Penyelenggara menargetkan agenda yang menyentuh penguatan stabilitas ekonomi global serta pembahasan isu-isu transnasional seperti tata kelola teknologi dan keamanan. Sementara itu, ketegangan geopolitik terkait Rusia dan Ukraina kemungkinan akan tetap menjadi salah satu sorotan utama selama diskusi para pemimpin.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button