MENTERI PPPA SERUKAN PERLAWANAN URGENT KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyerukan seluruh elemen bangsa untuk tidak tinggal diam dalam menjalankan peran aktif melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan. Hal ini disampaikan dalam acara “Ikrar Bersama Bangkit Lawan Kekerasan” yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.
Pentingnya Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak
Dalam pidatonya, Arifah mengungkapkan bahwa kebangkitan suatu bangsa tidak akan tercapai jika perempuan masih hidup dalam ketakutan dan anak-anak tumbuh dalam trauma. “Mari kita bangkit bersama membangun budaya saling menghormati, menguatkan keberanian untuk melapor, dan menghadirkan keberpihakan nyata kepada korban,” ujarnya.
Menteri juga menegaskan bahwa kekerasan bukanlah bagian dari budaya bangsa dan setiap orang memiliki tanggung jawab untuk melindungi. Ia menghimbau agar ruang aman diciptakan di berbagai sektor kehidupan, termasuk di lingkungan kerja, lembaga pendidikan, serta dalam ruang publik dan keluarga.
Makna Hari Kebangkitan Nasional
Arifah merujuk pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momen untuk memperluas upaya membangun bangsa. “Hari ini, kita harus memberi rasa aman dan perlindungan bagi seluruh masyarakat, terutama perempuan dan anak,” tegasnya. Menurutnya, bangsa yang benar-benar bangkit adalah mereka yang mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, dan perlindungan untuk semua warganya.
Menteri PPPA juga mencatat masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, berdasarkan survei terbaru. Data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan berusia 15 hingga 64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual sepanjang hidupnya.
Angka Kekerasan yang Mengkhawatirkan
Lebih lanjut, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat bahwa satu dari dua anak berusia 13 hingga 17 tahun juga pernah mengalami kekerasan dalam bentuk apapun. Arifah mengharapkan agar kesadaran kolektif masyarakat untuk melawan kekerasan semakin meningkat, sehingga lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak di seluruh Indonesia dapat terwujud.
Dengan ajakan ini, Menteri PPPA berharap semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat umum, berkomitmen untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang aman bagi perempuan dan anak. Komitmen ini adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, di mana setiap individu dapat hidup tanpa rasa takut akan kekerasan.
Pemerintah terus berupaya untuk menanggulangi masalah ini melalui berbagai program dan kebijakan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melawan segala bentuk kekerasan. Dengan kerja sama yang solid dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Indonesia dapat menjadi tempat yang lebih baik bagi generasi mendatang.



